Monday, November 24, 2008

Belajar dari Kesalahan: Wo Jiao Shenme Mingzi?

Ceritanya saya lagi belajar Mandarin nih. Nyoba maju ke depan kelas mempraktekkan sepenggal dialog dengan peng you Pak Yufra. Nah, begitu njeplak, langsung meluncurlah ucapan saya:

“Wo jiao shenme mingzi?”

Di tengah gemuruh tawa murid satu kelas, Wei An lao shi menatap saya dan dengan sopan mengatakan: “No, no, you should say, “Ni jiao shenme mingzi”.

Baru saya sadar kesalahan fatal itu. Aduuuuh, goblooookk, kok bisa-bisanya saya ngomong “wo jiao shenme mingzi” tooooohh?? Itu kan artinya “siapa nama saya?”, padahal saya maunya mengatakan “siapa nama Anda?” Aaaarghhhh! Cialaaaatt!

Di rumah, putri saya yang juga sedang belajar Mandarin di SMP tidak habis pikir kenapa Papanya bisa se “konyol” itu. “Lha itu kan sama seperti orang amnesia, Pa, lupa namane dewek,” komentarnya.

Saya masih bisa tersenyum kecut mengingat kesalahan itu. Tapi kekonyolan itu membuat saya melecut diri sendiri untuk lebih cermat dan lebih tenang ketika mempraktekkan Mandarin.

Begitulah. Kesalahan, sekalipun konyol dan memerahmukakan, harus tetap kita ambil sisi positifnya. Jangan pernah merasa kapok hanya karena salah atau gagal dalam upaya pertama. Merasa malu dan menyalahkan diri sendiri, oke, itu wajar, tapi langkah berikutnya adalah mempersiapkan diri lebih baik dan tak pernah berhenti mencoba lagi, terus, terus, terus, sampai berhasil.


I know this is easier said than done. This advice has become almost hackneyed; therefore, I am not going to write any further about this. Just wait for my success story in this damned good Mandarin class!

Sunday, November 16, 2008

Strategi Metakognitif: Berpikir tentang Berpikir . . .

Strategi metakognitif adalah seni berpikir tentang pikiran atau perasaan diri sendiri. Banyak kali hal ini sebenarnya bisa membantu Anda memecahkan kesultan belajar bahasa, namun banyak kali pula Anda tidak sadar akan manfaat ini. Ketidaksadaran ini sebenarnya bukan salah Anda,tapi salah sistem pendidikan atau kebiasaan belajar yang nyaris tidak pernah memberi ruang main untuk strategi metakognitif ini.

Lihat ilustrasi berikut ini tentang penerapan strategi metakognitif: ketika belajar bahasa Mandarin, saya merasa sedikit frustrasi karena setelah berupaya belajar dan rajin datang ke kelas, nilai tes saya masih 60. Saya merasa tidak nyaman, kehilangan sedikit rasa percaya diri, bahkan juga sedikit kehilangan motivasi. Saya bisa saja terus tenggelam dalam ketidaknyamanan ini, kalau saja saya tidak segera mengaktifkan strategi metakognitif. Saya mulai berpikir tentang perasaan saya dan bahkan cara pikir saya sendiri. Secara ringkas, pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa disarikan sebagai berikut:

1. Mengapa saya gagal dalam tes itu?

2. Bagaimana perasaan saya secara keseluruhan ketika mengikuti kelas Mandarin itu?


Setelah mengintrospeksi, saya temukan jawabannya:

1. Materi pelajaran cukup banyak, dan saya belajar hanya sesekali di sela-sela jam kerja, sehingga hasilnya kurang maksimal.

2. Saya kurang bisa menangkap penjelasan Lao Shi nya dengan baik, karena kelasnya besar (ada sekitar 40 an orang dalam satu kelas). Ini membuat saya kehilangan gairah dalam belajar di kelas. Kehilangan gairah pada gilirannya membuat saya belajar secara sambil lalu saja.

Strategi metakognitif sederhana itu membantu saya merubah cara belajar saya. Pada kesempatan berikutnya, saya dengan sengaja membatasi materi belajar sehingga menjadi lebih mudah saya serap. Kedua, saya mengikuti kelas dengan peserta lebih sedikit, bahkan juga merencanakan mengambil sesi privat sehingga saya bisa memusatkan perhatian pada penjelasan guru dengan lebih baik.


Perhatikan, bagaimana strategi metakognitif yang saya pakai membantu saya meraih kesuksesan belajar dengan cara lain. Memang, salah satu manfaat strategi metakognitif adalah membantu Anda untuk tidak terburu-buru putus asa.


Masih banyak manfaat lainnya, yang akan saya beberkan pada posting-posting berikutnya.

Belajar Bahasa lewat Hipnotis

Anda mungkin pernah mendengar belajar bahasa lewat hipnotis. Hanya dengan hipnotis, seseorang yang tadinya tidak bisa berbicara dalam suatu bahasa asing mendadak bisa ngecipris (berbicara banyak) dalam bahasa tersebut setelah menjalani sesi “gombal gambul” bersama seorang penghipnotis.

Percaya?


Ya, sebelum Anda mulai mencari-cari seorang penghipnotis untuk mempermudah upaya Anda belajar bahasa asing, coba pikirkan dengan akal sehat: Hipnotis adalah daya kendali yang hanya berlangsung sesaat, atau setidaknya hanya selama beberapa jam. Setelah pengaruh hipnotis lenyap, Anda akan kembali ke keadaan semula, Nah, kalau kemampuan berbicara bahasa asing tersebut adalah kemampuan yang Anda harapkan melekat seumur hidup, berapa lama dan berapa kuat kantong Anda mampu membayar si penghipnotis untuk terus-menerus mempertahankan daya hipnotisnya atas diri Anda?

Sudahlah, tidak usah berpikir yang aneh-aneh. Tidak usah mencari jalan pintas lewat hipnotis atau ilmu sihir segala macam. Untuk bisa sukses belajar bahasa , cukup turutilah hukum besi yang sejak dulu juga sudah terbukti sangat manjur dalam belajar bahasa: menyukai, memahami, lalu berlatih, berlatih, dan berlatih, sampai mahir, dan ditambah dengan YANG PUALING PENTING ADALAH . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


Mengikuti terus tips-tips saya di blog ini.

Udah, Itu saja, dijamin Anda akan berhasil.

Tuesday, November 4, 2008

Bagaimana Membuat Ringkasan Teks

Banyak mahasiswa saya yang belum tahu bagaimana membuat ringkasan dari suatu teks bahasa Inggris. Nah, ini ada beberapa kiat praktis untuk meringkas/membuat summary:


1. Baca dulu keseluruhan teks untuk mendapatkan gambaran umum tentang ide utamanya.

2. Baca lagi paragraf demi paragraf. Pusatkan perhatian pada kata-kata baru yang belum Anda mengerti. Pakailah kamus, kalau bisa kamus Inggris – Inggris yang versi online atau versi hard copy, untuk menemukan artinya.

3.Baca lagi setiap paragraf yang kata-kata sulitnya sudah Anda pahami. Tentukan ide utama dari setiap paragraf dengan menemukan kalimat intinya (umumnya kalimat pertama, tapi banyak kali bisa pada kalimat ketiga dan selanjutnya. Kadang-kadang baru ketemu kalau paragraf tersebut dibaca beberapa kali. Diperlukan kepekaan untuk menyarikan suatu ide utama paragraf). Tuliskan ide utama ini.


4. Setelah selesai menuliskan ide utama dari setiap paragraf, baca kembali semua kalimat tersebut. Sekarang, gabungkan kalimat-kalimat itu sambil merubah (menambahi, mengurangi) beberapa bagian, sehingga menjadi ringkasan dari keseluruhan isi teks.