<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990</id><updated>2011-11-27T16:43:11.179-08:00</updated><category term='test'/><category term='mendengarkan'/><category term='belajar'/><category term='speaking'/><category term='menulis'/><category term='membaca'/><category term='Zhongwen'/><category term='menebak'/><category term='vocabulary'/><category term='strategi belajar'/><title type='text'>Kiat Belajar Bahasa Asing</title><subtitle type='html'>Koleksi curah pikir saya tentang strategi dan tips untuk membuat belajar bahasa asing menjadi lebih mudah, lebih fun, dan lebih sukses.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-4777822396262290967</id><published>2010-09-04T00:21:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T00:22:01.403-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='test'/><title type='text'>Seputar TOEIC</title><content type='html'>TOEIC (Test of English as International Communication) adalah tes kecakapan bahasa Inggris yang mengukur kemampuan berbahasa Inggris untuk dunia kerja, dunia bisnis, dan komunikasi sehari-hari dengan orang asing. Universitas Ma Chung menggunakan tes ini untuk menjamin bahwa para lulusannya mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris, dan dengan demikian menjadi sumber daya manusia yang cakap dan siap bekerja di segala bidang yang makin mendunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes TOEIC terdiri dari dua jenis: Listening dan Reading, dan Speaking dan Writing. Untuk yang Listening dan Reading, ada 200 soal, masing-masing 100 untuk setiap bagian. Lama tes dua jam. Versi terbaru dari TOEIC memuat teks yang lebih panjang, dan aksen penutur yang bervariasi (bukan hanya Amerika, namun juga Inggris Raya, Selandia Baru, dan Australia); bagian error correction (menemukan bagian yang salah) sudah tidak ada, digantikan dengan melengkapi kalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap peserta tes TOEIC akan mendapat sertifikat, tidak memandang skornya. Yang membedakan adalah warna sertifikatnya: yang menengah ke bawah berwarna hijau, yang tertinggi (700 – 900) berwarna emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecakapan paling menentukan untuk sukses dalam TOEIC adalah penguasaan vocabulary, pengucapan (pronunciation), dan kemampuan membaca cepat. Ini hanya bisa diperoleh lewat latihan intensif dan kebiasaan menggunakan atau mendengarkan bahasa Inggris sehari-hari. Maka sangat disarankan mahasiswa mengambil mata kuliah berbahasa Inggris, karena semakin lama dia terpapar pada lingkungan berbahasa Inggris, semakin peka telinganya dan kemampuannya untuk mencerna ujaran lisan, suatu skill yang sangat berguna ketika menghadapi bagian Listening. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, mengikuti perkuliahan bahasa Inggris juga “memaksa” kita untuk membaca teks berbahasa Inggris, yang pada gilirannya menambah vocabulary dan membuat kita menjadi lebih mudah menghadapi tes Reading dalam TOEIC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan heran kalau dalam kelas persiapan, dosen meminta Anda untuk berbicara, walaupun Anda tahu bahwa tes yang akan dihadapi adalah reading dan listening. Ini karena kemampuan berbicara secara tidak langsung mengasah kemampuan Anda untuk mendengarkan dan mencermati pengucapan, sehingga sangat cocok untuk persiapan ke arah tes Listening.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-4777822396262290967?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/4777822396262290967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=4777822396262290967' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/4777822396262290967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/4777822396262290967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2010/09/seputar-toeic.html' title='Seputar TOEIC'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-8391301298839648071</id><published>2010-05-30T18:47:00.000-07:00</published><updated>2010-05-30T18:51:49.044-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menulis'/><title type='text'>Menata Pikiran dalam Tulisan Akademik Berbahasa Inggris</title><content type='html'>Tulisan ilmiah, terutama dalam bahasa Inggris, pada umumnya ditata/diorganisir sesuai dengan pola-pola berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Chronological order&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengurutkan suatu proses atau kejadian, misalnya cara membuat website, atau proses terbentuknya awan, atau sejarah perdagangan dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Logical division of ideas&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Memilah satu topik menjadi beberapa sub bahasan dengan kategori-kategori tersendiri, misalnya, jenis-jenis bahasa pemrograman, tipe-tipe kepribadian, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cause and effect&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menggambarkan suatu hal (cause) dan dampak atau akibatnya (effect), misalnya, pemanasan global dan dampaknya terhadap kesejahteraan petani, perdagangan online dan dampaknya terhadap perusahaan, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Comparison and contrast&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menggambarkan perbandingan dengan cara menyoroti kemiripannya (comparison) kemudian perbedaannya (contrast), misalnya, perbandingan antara pendekatan tradisional dengan pendekatan modern dalam belajar matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Problem – solution&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mendeskripsikan suatu masalah kemudian menyarankan atau melukiskan pemecahannya. Misalnya, penumpukan sampah di lingkungan RT dan penyelesaiannya, konflik antar sekolah dan cara pemecahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;General to specific:&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;“Say it, define it, give examples to support it”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Menggambarkan satu hal/konsep/obyek dengan cara menyebut namanya, mendefinisikannya, kemudian memberikan contoh-contoh atau penjelasan detail lebih lanjut tentang hal tersebut. Misalnya, perdagangan karbon adalah . . . contohnya, . . . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Order of importance/emphatic order&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menggambarkan sesuatu langkah atau beberapa hal mulai dari yang terpenting sampai yang kurang penting. Misalnya, beberapa faktor penyebab stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat dari mengetahui pola-pola retoris seperti di atas adalah memampukan kita untuk menulis dengan cepat, karena semua hal sudah terorganisir atau tertata dalam pola-pola itu. Kita hanya perlu mempelajari ragam bahasa Inggris yang tepat untuk menuangkan gagasan itu secara tertulis. Bagaimana cara menguasai kemampuan ini? Kelas Academic Writing di ELTISI Ma Chung memberikan jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-8391301298839648071?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/8391301298839648071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=8391301298839648071' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/8391301298839648071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/8391301298839648071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2010/05/menata-pikiran-dalam-tulisan-akademik.html' title='Menata Pikiran dalam Tulisan Akademik Berbahasa Inggris'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-7001861022215955539</id><published>2010-05-27T03:34:00.000-07:00</published><updated>2010-05-27T03:35:33.843-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='speaking'/><title type='text'>Mengapa Harus Belajar Conversation</title><content type='html'>1. Mengapa harus belajar Conversation?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Output Hypothesis menegaskan bahwa kita akhirnya bisa bicara dalam bahasa asing karena dipaksa ngomong (atau menulis). Dengan ikut kursus Conversation, mau tidak mau Anda terpaksa ngomong. Karena Anda ngomong, guru atau rekan lain jadi tahu dimana letak kesalahannya, terus mereka betulkan. Ujung-ujungnya, Anda jadi bisa membenarkan ujaran Anda yang masih keliru, dan akhirnya berujar dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apa gunanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya klise dan agak pragmatis: supaya Anda lebih mudah mendapatkan pekerjaan. Tapi coba pikir lagi: di jaman dimana modal asing dan budaya global merasuk hampir ke semua sendi kehidupan, betapa lincah dan bermanfaatnya orang-orang yang bisa berkomunikasi dalam bahasa asing. Coba cari barang lima biji saja iklan lowongan pekerjaan (untuk lulusan universitas) yang tidak mempersyaratkan kemampuan bercakap dalam bahasa Inggris, atau bahkan Mandarin. Sulit, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kan skor TOEFL atau TOEIC saya sudah tinggi, kenapa masih perlu ikut kursus Conversation?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Anda pelajari dalam TOEFL Prep atau TOEIC Prep adalah pengetahuan deklaratif, yaitu tahu tentang grammar, tahu arti kosa kata, tahu arti bacaan, tapi Anda belum tentu punya ketrampilan prosedural, yaitu menggunakan semua pengetahuan itu untuk berbicara dan menulis. Bagaimana merubah semua pengetahuan tata bahasa dan arti kata itu menjadi kemampuan berbicara lancar? Ya bergabunglah dengan klub Conversation, atau ikutilah kelas Conversation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa cerita tentang murid yang skor TOEFL 600 an, namun hanya bisa berbicara terbatas. Kenapa? Karena waktunya habis hanya untuk menekuni soal-soal TOEFL, tidak pernah ikut kelas Conversation. Kemampuan melahap soal tes nya hebat, tapi begitu mau ngomong lidahnya kelu karena memang tidak dibiasakan atau ‘dipaksa’ (lihat pertanyaan paling atas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Percuma ikut kelas Conversation, karena saya tidak akan bisa berbicara sesempurna guru bahasa Inggris saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, memang, siapa juga yang menyuruh Anda menyamai kemampuannya? Dengan ikut kursus Conversation, kemampuan Anda akan meningkat; mungkin tidak akan sampai menyamai guru Anda, tapi bahkan dengan ujaran yang masih banyak salah tata bahasa nyapun Anda masih bisa dipahami oleh orang lain. Kenapa? Karena Anda selalu bicara dalam konteks, dan konteks itulah yang berperan sangat besar dalam membuat Anda dipahami, sekalipun ujarannya masih salah. Makanya, jangan takut untuk mengambil kelas Conversation, karena kemampuan Anda PASTI akan meningkat, dan bahkan dengan kemampuan yang masih jauh dari guru Anda itu, Anda sudah bisa dimengerti lawan bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kecakapan Conversation bisa didapat dengan mengikuti Kelas Communicative English di ELTISI Ma Chung. 10 – 16 kali pertemuan. Biaya Rp. 270.000 per peserta. Minimum jumlah peserta: 4 orang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-7001861022215955539?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/7001861022215955539/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=7001861022215955539' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/7001861022215955539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/7001861022215955539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2010/05/mengapa-harus-belajar-conversation.html' title='Mengapa Harus Belajar Conversation'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-4837209162280928235</id><published>2010-05-14T18:08:00.000-07:00</published><updated>2010-05-15T20:42:40.304-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='test'/><title type='text'>Seputar TOEFL (PBT dan iBT)</title><content type='html'>1. Apa TOEFL itu, dan apa bedanya dengan IELTS dan TOEIC?&lt;br /&gt;TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah tes yang mengukur kecakapan berbahasa Inggris. Fokusnya adalah untuk mereka yang ingin studi lanjut di perguruan tinggi luar negeri yang berbahasa Inggris. IELTS punya tujuan yang sama, hanya fokusnya lebih khusus untuk perguruan tinggi di negara-negara persemakmuran dan Inggris Raya, dan sebagian negara Eropa. TOEIC (Test of English for International Communication) adalah tes khusus untuk mengukur kecakapan menggunakan bahasa Inggris dalam bidang bisnis dan bidang sehari-hari yang non-akademis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jadi kalau saya ingin melanjutkan studi di luar negeri, mana yang harus saya ambil, TOEFL atau IELTS?&lt;br /&gt;Tergantung pada permintaan atau persyaratan dari sponsor dan lembaga yang dituju. Tapi TOEFL dan IELTS adalah dua tes internasional yang sudah sangat diakui kredibilitasnya, sehingga sebenarnya bisa diambil salah satunya. TOEFL, menurut situs resminya, sudah diakui di 7500 lembaga dari 170 negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apa beda antara TOEFL PBT (Paper-Based Test) dan TOEFL iBT (Internet-Based Test)?&lt;br /&gt;Dari segi format tes: TOEFL PBT menguji kecakapan reading, kosa kata, listening, struktur, dan menulis. TOEFL iBT menguji kecakapan reading, writing, listening dan speaking secara lebih terpadu. Maksudnya, dalam TOEFL iBT, sang testee harus menggabungkan kecakapan mendengarkan dengan membaca dan menulis, sedangkan pada TOEFL PBT kecakapan-kecakapan ini diuji secara terpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi kesulitan: TOEFL iBT jauh lebih menantang, karena menguji kecakapan berbahasa secara terpadu: mendengarkan, lalu langsung membaca teks singkat, dan segera harus menggabungkan atau membandingkan informasi tersebut dalam bentuk ujaran lisan. Atau bisa juga membaca, mendengarkan, kemudian langsung harus menulis suatu esai pendek tentang isi bacaan dan wacana lisan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi lama kursus: karena sifatnya yang lebih sulit tadi, TOEFL iBT memerlukan kursus yang intensif, sekitar 20 – 40 kali pertemuan. TOEFL PBT bisa dikuasai dalam waktu yang lebih singkat, sekitar 16 – 20 kali pertemuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi manfaat: TOEFL iBT mempunyai dampak lebih positif. Umumnya, si testee dengan sendirinya harus berlatih menggunakan bahasa Inggris secara terpadu, tidak sepenggal-sepenggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bagaimana menguasai TOEFL dalam waktu singkat?&lt;br /&gt;Sebenarnya jarang sekali ada seseorang yang bisa menguasai materi sesulit TOEFL dalam waktu singkat. Selain berlatih membiasakan diri dengan soal-soalnya di bawah panduan seorang instruktur yang cakap, sang testee juga harus rajin membaca, mendengarkan dan berinteraksi dalam bahasa Inggris. Kunci sukses belajar TOEFL bukan hanya melulu di kelas di bawah panduan instruktur, tapi juga ketika di luar kelas dengan belajar secara mandiri lewat kegiatan membaca, menulis dan berbicara tadi. Sebagai catatan, penulis blog ini tidak pernah ikut kursus TOEFL sekalipun, tapi skor TOEFL PBT nya tembus 600 lebih karena sudah membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris dalam kurun waktu yang relatif lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Apakah saya bisa mengajukan skor TOEFL yang saya dapat dari lembaga kursus privat di kota saya untuk memenuhi syarat beasiswa atau semacamnya?&lt;br /&gt;Tergantung pada yang meminta syarat tersebut. Untuk lembaga-lembaga besar dengan jangkauan internasional, mereka hanya menerima skor TOEFL yang didapat lewat tes yang diselenggarakan secara resmi oleh Educational Testing Service (ETS). Lembaga-lembaga di dalam negeri umumnya masih bisa menerima skor TOEFL ITP (Institutional Prediction Test), yaitu TOEFL yang sebenarnya sudah didaur ulang kemudian diujikan dengan biaya yang lebih murah. Namun inipun masih harus dalam supervisi ETS atau agen yang ditunjuk. Tes TOEFL yang diselenggarakan di luar kedua jenis itu lebih tepat disebut “TOEFL-equivalent test”, yaitu TOEFL yang sekedar meramalkan perolehan skor pada tes TOEFL resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Di Indonesia, mana yang masih diselenggarakan, TOFL iBT atau PBT?&lt;br /&gt;TOEFL iBT. Daftar kota dan lembaga yang menyelenggarakan TOEFL iBT bisa didapat lewat situs resminya http://ets.org/toefl. Di posting ini juga ada bulletin TOEFL PBT terbaru yang memuat semua hal mulai dari registrasi sampai lokasi tes. Sebagai catatan, TOEFL PBT juga masih diujikan di Indonesia, namun sangat jarang dan tanggalnyapun tidak pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada pertanyaan lagi yang belum tercakup? Silakan komentar ke posting ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link di bawah ini adalah bulletin terbaru yang memuat segala hal tentang TOEFL PBT (Paper-Based Test) dari situs resmi TOEFL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.docstoc.com/docs/38579286/TOEFL-PBT-toefl_pbt_bulletin_2010-11&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-4837209162280928235?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/4837209162280928235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=4837209162280928235' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/4837209162280928235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/4837209162280928235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2010/05/seputar-toefl-pbt-dan-ibt.html' title='Seputar TOEFL (PBT dan iBT)'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-6026241498650935896</id><published>2010-05-13T02:50:00.000-07:00</published><updated>2010-05-15T20:44:17.214-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='membaca'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mendengarkan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menulis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='speaking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vocabulary'/><title type='text'>Websites untuk Mempercepat Belajar Bahasa Inggris</title><content type='html'>A GUIDE TO USEFUL WEB SITES &lt;br /&gt;FOR ENGLISH LANGUAGE LEARNING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear learners,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The following list of web sites is intended to help you find the right places during your journey in he World Wide Web. Please make use of them, and do not hesitate to ask for assistance should you run into problems. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We wish you an enjoyable learning session through the Internet! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  www.usingenglish.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Note: you have to sign up to be a member.&lt;br /&gt; This site provides online testing to measure your mastery of GRAMMAR. The "Resources" button puts you to a variety of helping tools. Just click on the one that suits your needs.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; For LISTENING COMPREHENSION practice, click on Study Skills, and then click on Taking Control of English, then scroll down until you find Listening on the Internet. Click on one of the items on the list and you will be directed to useful exercises on Listening Comprehension.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. www.readingmatrix.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; from here, click on "Interactive Reading Lessons", and you will find numerous exercises on VOCABULARY AND READING COMPREHENSION.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. http://highered.mcgraw-hill.com/sites/0070364400/student_view0/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Once inside, click on Part 7: More Mastery Tests 2. You will be directed to a page that provides a range of tests: VOCABULARY development, READING main idea, summarizing, using the DICTIONARY, and word PRONUNCIATION.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.http://writing.colostate.edu/links/index.cfm?category=teacher&amp;subcategory=TeachingESLMaterials &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Choose the link(s) that suits your objective in writing and other language skills.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. www.better_english.com/exerciselist.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; This site provides some exercises on vocabulary and grammar that usually belong to business domain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. http://esl.about.com/blquiz.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Here you can choose some quizzes for: GRAMMAR, LISTENING, TOEFL, VOCABULARY, IDIOM and PHRASAL VERBS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. www.learnenglish.de/englishtestpage.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Here you will find English tests of VOCABULARY, READING and GRAMMAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. www.learnenglish.de/gamespage.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; This site provides some of the best language GAMES online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. www.businessenglishonline.net/InCompany/resources-wordlists.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; This site provides list of words that are used in the Elementary, Pre-Intermediate, Intermediate, and Upper Intermediate levels. By studying the word lists, you will be familiar with typical expressions used for business purposes in corporate environment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. http://a4esl.org/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; This site offers you several quizzes on GRAMMAR and VOCABULARY for all levels. Quite challenging! Have a go!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. http://iteslj.org/v/in/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; This is a special site that gives you a VOCABULARY quiz from English to Indonesian language. Click on 1996 Survey of the British National Corpus to see whether you master a wide range of vocabulary items.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. www.linguarama.com/ps/index.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; This site is special for BUSINESS domain. It gives you a lot of GRAMMAR, VOCABULARY, READING exercises. You can also specify the theme from a range of options from sales to Banking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. http://www.englishoutlook.com/school/placetest.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; The IELTS Test requires students to undergo stringent examination of their English skills. English Outlook is pleased to provide a free online IELTS practice test for course placement purposes, as well as general English skills testing for placement of prospective students on our IELTS2004 course.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Your test answers will be assessed and the results automatically emailed back to you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. http://webster.commnet.edu/grammar/sv_agr.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; This site provides an (almost) complete online test on grammar. Very useful, very interactive, it comes with instant feedback and explanations so that you can identify in detail the grammar points you need to learn more. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. http://travlang.com/languages/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; This site offers online tests of various languages. The materials that are tested include things that a foreign traveler will need to use. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. http://www.dictionaries.travlang.com/otherdicts.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; This site offers you a TRANSLATION service for a variety of languages.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. http://depts.gallaudet.edu/englishworks/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; This site offers online explanations and practices in VOCABULARY, READING, and GRAMMAR. Each exercise comes with feedback so you can get information about why your answer is wrong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. http://lc/byuh.edu/CNN-N/CNN-N.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is a suitable site for those who need lots of GRAMMAR practice. Find a wide range of grammatical exercises here (from articles to tenses). Need to measure your VOCABULARY breadth? Just click on the VOCABULARY EXERCISE. If your PC supports audio, you can also listen to CNN news. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;DICTIONARIES&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  http://dictionary.cambridge.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is a very helpful online dictionary. Use it to look up words which you don’t understand. It comes with the phonetic symbols that help you PRONOUNCE the word correctly. It also features a link to an IDIOMATIC dictionary. Want to know what “top it off” means? Just click here!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. www.m-w.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is another online dictionary that helps you a lot with difficult words. It also features a THESAURUS, where you can find synonyms and antonyms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. http://www.yourdictionary.com/diction4.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is a collection of dictionaries for specialized fields, ranging from Accounting, Engineering, to Law and Astronomy.. Find the meanings of specific terms here.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-6026241498650935896?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/6026241498650935896/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=6026241498650935896' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/6026241498650935896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/6026241498650935896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2010/05/websites-bermanfaat-untuk-mempercepat.html' title='Websites untuk Mempercepat Belajar Bahasa Inggris'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-4939500709062283807</id><published>2010-05-08T02:08:00.000-07:00</published><updated>2010-05-08T02:10:07.421-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vocabulary'/><title type='text'>Materi Pengayaan Kosa Kata Bahasa Inggris</title><content type='html'>&lt;object id="_ds_37899692" name="_ds_37899692" width="670" height="550" type="application/x-shockwave-flash" data="http://viewer.docstoc.com/"&gt;&lt;param name="FlashVars" value="doc_id=37899692&amp;mem_id=3256060&amp;doc_type=docx&amp;fullscreen=0&amp;allowdownload=1" /&gt;&lt;param name="movie" value="http://viewer.docstoc.com/"/&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always" /&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="1"&gt;&lt;a href="http://www.docstoc.com/docs/37899692/Vocabulary-Enrichment-Low-Frequency-Vocabulary"&gt;Vocabulary Enrichment: Low-Frequency Vocabulary&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-4939500709062283807?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/4939500709062283807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=4939500709062283807' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/4939500709062283807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/4939500709062283807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2010/05/materi-pengayaan-kosa-kata-bahasa.html' title='Materi Pengayaan Kosa Kata Bahasa Inggris'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-4964836506747150660</id><published>2010-05-06T22:39:00.000-07:00</published><updated>2010-05-06T22:40:17.970-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vocabulary'/><title type='text'>Mengajar dan Belajar English Vocabulary secara Taktis</title><content type='html'>&lt;object id="_ds_37710776" name="_ds_37710776" width="690" height="550" type="application/x-shockwave-flash" data="http://viewer.docstoc.com/?key=YWNkY2VhMDQt&amp;pass=ZmExMi00M2Fm"&gt;&lt;param name="FlashVars" value="doc_id=37710776&amp;mem_id=3256060&amp;doc_type=doc&amp;fullscreen=0&amp;allowdownload=1" /&gt;&lt;param name="movie" value="http://viewer.docstoc.com/?key=YWNkY2VhMDQt&amp;pass=ZmExMi00M2Fm"/&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always" /&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="1"&gt;&lt;a href="http://www.docstoc.com/docs/37710776/?key=YWNkY2VhMDQt&amp;pass=ZmExMi00M2Fm"&gt;English Vocabulary and Strategies for Teaching Them&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-4964836506747150660?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/4964836506747150660/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=4964836506747150660' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/4964836506747150660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/4964836506747150660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2010/05/mengajar-dan-belajar-english-vocabulary.html' title='Mengajar dan Belajar English Vocabulary secara Taktis'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-1201100490063714248</id><published>2010-05-06T22:32:00.000-07:00</published><updated>2010-05-06T22:33:33.855-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vocabulary'/><title type='text'>Belajar dan Mengajar Vocabulary dengan Taktis</title><content type='html'>&lt;object id="_ds_37710776" name="_ds_37710776" width="670" height="550" type="application/x-shockwave-flash" data="http://viewer.docstoc.com/?key=YWNkY2VhMDQt&amp;pass=ZmExMi00M2Fm"&gt;&lt;param name="FlashVars" value="doc_id=37710776&amp;mem_id=3256060&amp;doc_type=doc&amp;fullscreen=0&amp;allowdownload=1" /&gt;&lt;param name="movie" value="http://viewer.docstoc.com/?key=YWNkY2VhMDQt&amp;pass=ZmExMi00M2Fm"/&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always" /&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="1"&gt;&lt;a href="http://www.docstoc.com/docs/37710776/?key=YWNkY2VhMDQt&amp;pass=ZmExMi00M2Fm"&gt;English Vocabulary and Strategies for Teaching Them&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-1201100490063714248?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/1201100490063714248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=1201100490063714248' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/1201100490063714248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/1201100490063714248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2010/05/belajar-dan-mengajar-vocabulary-dengan.html' title='Belajar dan Mengajar Vocabulary dengan Taktis'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-5148689212942746379</id><published>2010-05-06T03:17:00.000-07:00</published><updated>2010-05-06T03:18:44.365-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='test'/><title type='text'>Strategies for Beating TOEFL iBT</title><content type='html'>&lt;object id="_ds_37610067" name="_ds_37610067" width="670" height="550" type="application/x-shockwave-flash" data="http://viewer.docstoc.com/"&gt;&lt;param name="FlashVars" value="doc_id=37610067&amp;mem_id=3256060&amp;doc_type=doc&amp;fullscreen=0&amp;allowdownload=1" /&gt;&lt;param name="movie" value="http://viewer.docstoc.com/"/&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always" /&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true" /&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;font size="1"&gt;&lt;a href="http://www.docstoc.com/docs/37610067/Strategies-for-Doing-TOEFL-iBT"&gt;Strategies for Doing TOEFL iBT&lt;/a&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-5148689212942746379?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/5148689212942746379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=5148689212942746379' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/5148689212942746379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/5148689212942746379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2010/05/strategies-for-beating-toefl-ibt.html' title='Strategies for Beating TOEFL iBT'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-5360244078014119146</id><published>2009-11-17T05:18:00.000-08:00</published><updated>2010-05-15T20:56:20.216-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strategi belajar'/><title type='text'>Lebih Banyak Lagi</title><content type='html'>Silakan kunjungi &lt;a href="http://belajarbahasataktis.wordpress.com" target="new"&gt;blog saya di sini&lt;/a&gt; . Saya menguraikan lebih banyak lagi strategi belajar bahasa disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam taktis,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patrisius&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-5360244078014119146?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/5360244078014119146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=5360244078014119146' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/5360244078014119146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/5360244078014119146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2009/11/lebih-banyak-lagi.html' title='Lebih Banyak Lagi'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-6665299470346007761</id><published>2009-01-08T01:22:00.001-08:00</published><updated>2009-01-08T01:25:30.284-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar'/><title type='text'>GOLPUT : Mau Mau Mau?</title><content type='html'>Kalau Anda jeli,Anda bisa langsung melihat peluang bisnis ‘dadakan’ pada tahun 2009: bikin atribut untuk kampanye caleg!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kompas, ada 460.000 orang total caleg yang akan berebut kursi legislatif di seluruh negeri. Jika satu orang mau mencetak 1000 poster saja, total poster yang perlu dicetak ada 460 juta! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu baru poster. Belum spanduk, baliho, dan seribu satu atribut lainya. Nah, para caleg narsis itu juga tentu ingin fotonya dipajang di berbagai atribut itu. Dan mana mau mereka kelihatan mati gaya di foto itu? Mereka tentu mau fotonya dibuat sebagus mungkin, ditusir, dihilangkan kesan serius, tua, atau jadulnya, ditambahkan polesan yang membuat mereka tampak lebih religius, santun, peduli rakyat kecil, pluralis, anti korupsi, dan pro globalisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha kalau satu caleg butuh ribuan kaus, poster, dan sebagainya, bayangkan berapa profit bisa kalian raup dari monyet-monyet politik ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dari IT bisa mengolah foto caleg-caleg kampret itu, yang dari Manajemen dan Akuntansi bisa memasarkan produknya dan menghitung pembukuannya, yang dari TI bisa memikirkan letak strategis pemasangannya, dan yang dari Inggris bisa merancang ungkapan-ungkapan verbal yang memikat untuk menarik pemilih: “Bersama Mamat, Rakyat Sehat, Rukun, Sejahtera”; “Jangan Salah Pilih. Hanya Ka-Joz Yang Terbaik Buat Rakyat”; “Pilih Saya, Dong, Dijamin Subur, Makmur, Gembur (dan Cepat Masuk Kubur)” dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang punya bakat terpendam lain (alias nggak niat kuliah), mungkin kalian bisa menawarkan jasa paranormal. Cukup berbekal pakaian hitam, tampang Gothik, dan aji-aji udel gendruwo atau dengkul  kuntilanak, kalian sudah siap untuk memikat para wedus-wedus legislatif ini untuk memakai jasa Anda. “Bapak/Ibu sekalian, permisi, saya dukun ilmu Mak Erot; dengan saya,  perolehan suara Bapak Ibu pasti  langsung besaar, sementara yang lain ngesot. Phuaa!! Bo jabar boo!” (sambil komat-kamit, mata merem melek dan pantat bergetar). Hanya dengan gombal-gambul ala jin iprit, duitnya pasti legit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu setelah kalian terima duit, pada kemana kalian pada saat hari pencoblosan? Ya ngaciirr! Ngapain juga mikir nyoblos caleg! Kan sudah terbukti semuanya narsis, goblog, dodol, arogan, bermental instan, calon pengemplang uang rakyat. Lha ya ngapain thoo peduli sama mereka, wong kalau kepilih mereka juga pasti sibuk ngembaliin utang dana kampanye atau bersekongkol dengan pengusaha nakal untuk merusak tatanan kota, budaya, dan struktur sosialnya kok. Udaaaah, golput aja! Pasti menang kok, kalau Golput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana?  Bisnis prospektf, kan? Mau Mau Mau? Oke, selamat berusaha! Da-daaaahh!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-6665299470346007761?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/6665299470346007761/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=6665299470346007761' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/6665299470346007761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/6665299470346007761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2009/01/golput-mau-mau-mau.html' title='GOLPUT : Mau Mau Mau?'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-308821604205064090</id><published>2008-12-02T16:26:00.000-08:00</published><updated>2010-05-15T20:46:10.249-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zhongwen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='speaking'/><title type='text'>Ikut Melesat</title><content type='html'>Keuntungan belajar di kelas yang dibimbing oleh seorang lao shi yang bergerak cepat adalah kita jadi terpaksa ikut-ikutan belajar dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini saya rasakan ketika mengikuti kelas Mandarin minggu lalu. Sang lao shi bergerak cepat dari satu ungkapan ke ungkapan lainnya, melatih pengucapan satu dua patah kata, kemudian satu kalimat lengkap, terus berpindah lagi ke ungkapan lainnya.&lt;br /&gt;Sebagian besar teman sekelas saya adalah rekan-rekan kerja yang jauh lebih muda. Melihat mereka menguasai ungkapan demi ungkapan dengan cepat, saya pun yang sebenarnya tipe pembelajar reflektif, terpacu untuk memahami dan menguasai cara pengucapan dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat tertentu, Anda bisa merasakan manfaat dari kondisi ini. Jangan keburu patah semangat atau cemas kalau melihat pengajaran yang cepat dengan teman-teman sekelas yang belajar dengan cepat pula. Sabarlah sedikit, kuatkan tekad Anda, jangan mudah terbawa perasaan cemas atau takut salah; maka Anda akan mulai bisa merasakan imbas positif dari kecepatan tersebut. Imbasnya: Anda jadi ikut-ikutan cepat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kurang lebih sama seperti ketika Anda mengikuti lomba lari. Ketika diadu dengan teman yang berlari lebih cepat, Anda tanpa sadar terpacu untuk melesat lebih cepat, setidaknya lebih cepat dari catatan waktu Anda yang normal tanpa teman tersebut sebagai lawan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat melesat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-308821604205064090?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/308821604205064090/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=308821604205064090' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/308821604205064090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/308821604205064090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2008/12/ikut-melesat.html' title='Ikut Melesat'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-1055549956380437246</id><published>2008-11-24T22:29:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T22:30:51.912-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zhongwen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='speaking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strategi belajar'/><title type='text'>Belajar dari Kesalahan: Wo Jiao Shenme Mingzi?</title><content type='html'>Ceritanya saya lagi belajar Mandarin nih. Nyoba maju ke depan kelas mempraktekkan sepenggal dialog dengan peng you Pak Yufra. Nah, begitu njeplak, langsung meluncurlah ucapan saya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wo jiao shenme mingzi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah gemuruh tawa murid satu kelas, Wei An lao shi menatap saya dan dengan sopan mengatakan: “No, no, you should say, “Ni jiao shenme mingzi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saya sadar kesalahan fatal itu. Aduuuuh, goblooookk, kok bisa-bisanya saya ngomong “wo jiao shenme mingzi” tooooohh?? Itu kan artinya “siapa nama saya?”, padahal saya maunya mengatakan “siapa nama Anda?” Aaaarghhhh! Cialaaaatt!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah, putri saya yang juga sedang belajar Mandarin di SMP tidak habis pikir kenapa Papanya bisa se “konyol” itu. “Lha itu kan sama seperti orang amnesia, Pa, lupa namane dewek,” komentarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih bisa tersenyum kecut mengingat kesalahan itu. Tapi kekonyolan itu membuat saya melecut diri sendiri untuk lebih cermat dan lebih tenang ketika mempraktekkan Mandarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah. Kesalahan, sekalipun konyol dan memerahmukakan, harus tetap kita ambil sisi positifnya. Jangan pernah merasa kapok hanya karena salah atau gagal dalam upaya pertama. Merasa malu dan menyalahkan diri sendiri, oke, itu wajar, tapi langkah berikutnya adalah mempersiapkan diri lebih baik dan tak pernah berhenti mencoba lagi, terus, terus, terus,  sampai berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I know this is easier said than done. This advice has become almost hackneyed; therefore, I am not going to write any further about this. Just wait for my success story in this damned good Mandarin class!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-1055549956380437246?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/1055549956380437246/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=1055549956380437246' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/1055549956380437246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/1055549956380437246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2008/11/belajar-dari-kesalahan-wo-jiao-shenme.html' title='Belajar dari Kesalahan: Wo Jiao Shenme Mingzi?'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-5494999093513404072</id><published>2008-11-16T18:28:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T18:30:46.336-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strategi belajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar'/><title type='text'>Strategi Metakognitif: Berpikir tentang Berpikir . . .</title><content type='html'>Strategi metakognitif adalah seni berpikir tentang pikiran atau perasaan diri sendiri. Banyak kali hal ini sebenarnya bisa membantu Anda memecahkan kesultan belajar bahasa, namun banyak kali pula Anda tidak sadar akan manfaat ini. Ketidaksadaran ini sebenarnya bukan salah Anda,tapi salah sistem pendidikan atau kebiasaan belajar yang nyaris tidak pernah memberi ruang main untuk strategi metakognitif ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat ilustrasi berikut ini tentang penerapan strategi metakognitif: ketika belajar bahasa Mandarin, saya merasa sedikit frustrasi karena setelah berupaya belajar dan rajin datang ke kelas, nilai tes saya masih 60. Saya merasa tidak nyaman, kehilangan sedikit rasa percaya diri, bahkan juga sedikit kehilangan motivasi. Saya bisa saja terus tenggelam dalam ketidaknyamanan ini, kalau saja saya tidak segera mengaktifkan strategi metakognitif. Saya mulai berpikir tentang perasaan saya dan bahkan cara pikir saya sendiri.  Secara ringkas, pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa disarikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengapa saya gagal dalam tes itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bagaimana perasaan saya secara keseluruhan ketika mengikuti kelas Mandarin itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengintrospeksi, saya temukan jawabannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Materi pelajaran cukup banyak, dan saya belajar hanya sesekali di sela-sela jam kerja, sehingga hasilnya kurang maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Saya kurang bisa menangkap penjelasan Lao Shi nya dengan baik, karena kelasnya besar (ada sekitar 40 an orang dalam satu kelas). Ini membuat saya kehilangan gairah dalam belajar di kelas. Kehilangan gairah pada gilirannya membuat saya belajar secara sambil lalu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi metakognitif sederhana itu membantu saya merubah cara belajar saya. Pada kesempatan berikutnya, saya dengan sengaja membatasi materi belajar sehingga menjadi lebih mudah saya serap. Kedua, saya mengikuti kelas dengan peserta lebih sedikit, bahkan juga merencanakan mengambil sesi privat sehingga saya bisa memusatkan perhatian pada penjelasan guru dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan, bagaimana strategi metakognitif yang saya pakai membantu saya meraih kesuksesan belajar dengan cara lain. Memang, salah satu manfaat strategi metakognitif  adalah membantu Anda untuk tidak terburu-buru putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak manfaat lainnya, yang akan saya beberkan pada posting-posting berikutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-5494999093513404072?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/5494999093513404072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=5494999093513404072' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/5494999093513404072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/5494999093513404072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2008/11/strategi-metakognitif-berpikir-tentang.html' title='Strategi Metakognitif: Berpikir tentang Berpikir . . .'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-993580977597884902</id><published>2008-11-16T18:25:00.000-08:00</published><updated>2008-11-16T18:31:48.792-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strategi belajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar'/><title type='text'>Belajar Bahasa lewat Hipnotis</title><content type='html'>Anda mungkin pernah mendengar belajar bahasa lewat hipnotis. Hanya dengan hipnotis, seseorang yang tadinya tidak bisa berbicara dalam suatu bahasa asing mendadak bisa ngecipris (berbicara banyak) dalam bahasa tersebut setelah menjalani sesi “gombal gambul” bersama seorang penghipnotis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percaya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, sebelum Anda mulai mencari-cari seorang penghipnotis untuk mempermudah upaya Anda belajar bahasa asing, coba pikirkan dengan akal sehat:  Hipnotis adalah daya kendali yang hanya berlangsung sesaat, atau setidaknya hanya selama beberapa jam.  Setelah pengaruh hipnotis lenyap, Anda akan kembali ke keadaan semula, Nah, kalau kemampuan berbicara bahasa asing tersebut adalah kemampuan yang Anda harapkan melekat seumur hidup, berapa lama dan berapa kuat kantong Anda mampu membayar si penghipnotis untuk terus-menerus mempertahankan daya hipnotisnya atas diri Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahlah, tidak usah berpikir yang aneh-aneh. Tidak usah mencari jalan pintas lewat hipnotis atau ilmu sihir segala macam.  Untuk bisa sukses belajar bahasa , cukup turutilah hukum besi yang sejak dulu juga sudah terbukti sangat manjur dalam belajar bahasa: menyukai, memahami, lalu berlatih, berlatih, dan berlatih, sampai mahir, dan ditambah dengan  YANG PUALING PENTING ADALAH . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikuti terus tips-tips saya di blog ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah, Itu saja, dijamin Anda akan berhasil.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-993580977597884902?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/993580977597884902/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=993580977597884902' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/993580977597884902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/993580977597884902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2008/11/belajar-bahasa-lewat-hipnotis.html' title='Belajar Bahasa lewat Hipnotis'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-8132226099303047918</id><published>2008-11-04T19:52:00.000-08:00</published><updated>2008-11-04T19:57:35.449-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='membaca'/><title type='text'>Bagaimana Membuat Ringkasan Teks</title><content type='html'>Banyak mahasiswa saya yang belum tahu bagaimana membuat ringkasan dari suatu teks bahasa Inggris. Nah, ini ada beberapa kiat praktis untuk meringkas/membuat summary:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Baca dulu keseluruhan teks untuk mendapatkan gambaran umum tentang ide utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Baca lagi paragraf demi paragraf. Pusatkan perhatian pada kata-kata baru yang belum Anda mengerti. Pakailah kamus, kalau bisa kamus Inggris – Inggris yang versi online atau versi hard copy, untuk menemukan artinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Baca lagi setiap paragraf yang kata-kata sulitnya sudah Anda pahami. Tentukan ide utama dari setiap paragraf dengan menemukan kalimat intinya (umumnya kalimat pertama, tapi banyak kali bisa pada kalimat ketiga dan selanjutnya. Kadang-kadang baru ketemu kalau paragraf tersebut dibaca beberapa kali. Diperlukan kepekaan untuk menyarikan suatu ide utama paragraf). Tuliskan ide utama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Setelah selesai menuliskan ide utama dari setiap paragraf, baca kembali semua kalimat tersebut. Sekarang, gabungkan kalimat-kalimat itu sambil merubah (menambahi, mengurangi) beberapa bagian, sehingga menjadi ringkasan dari keseluruhan isi teks.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-8132226099303047918?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/8132226099303047918/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=8132226099303047918' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/8132226099303047918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/8132226099303047918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2008/11/bagaimana-membuat-ringkasan-teks.html' title='Bagaimana Membuat Ringkasan Teks'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-107245169972665894</id><published>2008-09-14T23:13:00.000-07:00</published><updated>2008-11-04T19:59:39.772-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='belajar'/><title type='text'>Aktif, Visual, Sensing, Sequential</title><content type='html'>Studi termutakhir di bidang gaya belajar menunjukkan bahwa manusia modern mempunyai kecenderungan kuat untuk belajar secara aktif, visual, sensing, sequential. Aktif, artinya belajar dengan melakukan kegiatan fisik terhadap materi; sensing, artinya belajar dengan data dan fakta; visual, artinya belajar dengan meringkas materi ke dalam gambar, bagan atau diagram; dan sequential, artinya belajar dengan menerjemahkan materi menjadi serangkaian urutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa implikasinya terhadap pembelajaran bahasa? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda termasuk seorang yang mempunyai gaya belajar seperti yang saya gambarkan di atas, Anda bisa  meningkatkan efektifitas belajar bahasa dengan secara sadar menerapkan gaya tersebut ke dalam kegiatan belajar. Anda termasuk pemelajar bergaya aktif? Perbanyaklah kegiatan berbicara, membaca transkrip sambil mendengarkan, membuat sesuatu berdasarkan instruksi tertulis, atau bahkan mempelajari suatu lagu dalam bahasa sasaran dan menyanyikannya, bahkan juga bermain drama dalam bahasa tersebut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau Anda termasuk yang gemar melihat data dan penggunaan bahasa dalam situasi komunikasi senyatanya? Jangan puas hanya dengan penjelasan tata bahasa dari guru atau buku; lihatlah dan dengarkan sendiri bagaimana tata bahasa atau deretan kata itu diucapkan, dipergunakan dalam tulisan dan dialog.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda termasuk pemelajar bergaya visual? Sedapat mungkin, ringkas penjelasan dari dosen atau guru Anda ke dalam bentuk tabel, bagan, atau diagram. Bentuk-bentuk visual seperti ini menyatukan berbagai jenis informasi ke dalam beberapa penggolongan yang memudahkan Anda mengingat dan menguasai materi tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau, Anda termasuk sequential learner? Konversikan materi belajar Anda yang semula nampak terpisah-pisah menjadi suatu urutan yang bermakna. Contohnya, ketika belajar bahasa Mandarin, saya  membuat suatu urutan yang berpangkal dari materi pengucapan bunyi, ke pembentukan kata, ke dialog. Dengan begitu, saya bisa melihat manfaat dari setiap bagian materi dan mempermudah cara belajar saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal penting: jangan hanya puas dengan perkuliahan satu arah dimana Anda umumnya hanya diam dan mendengarkan secara pasif; segera tindak lanjuti materi tersebut dengan salah satu gaya belajar di atas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-107245169972665894?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/107245169972665894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=107245169972665894' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/107245169972665894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/107245169972665894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2008/09/aktif-verbal-sensing-sequential.html' title='Aktif, Visual, Sensing, Sequential'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-4664342092735990184</id><published>2008-07-07T22:58:00.000-07:00</published><updated>2008-07-07T23:05:51.765-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='speaking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strategi belajar'/><title type='text'>Kuasai Bahasa Inggris dalam Waktu 52 Jam Saja!</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SHMDt1LNw0I/AAAAAAAAAZo/zgOfQk5VWmw/s1600-h/Acer-Empowered+Teacher.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SHMDt1LNw0I/AAAAAAAAAZo/zgOfQk5VWmw/s320/Acer-Empowered+Teacher.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5220520478955651906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Kuasai Bahasa Inggris Hanya dalam 52 Jam”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda percaya iklan di atas? Bisa bahasa Inggris hanya dalam waktu 52 jam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda percaya, coba pertimbangkan beberapa fakta berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama, belajar bahasa senantiasa harus melewati  dua tahap utama: tahap deklaratif, dan tahap prosedural.  Tahap deklaratif adalah tahap dimana Anda berupaya untuk TAHU unsur-unsur semantik, sintaktik, dan wacana dari bahasa Inggris. Tapi TAHU saja belum sama dengan BISA MENGGUNAKANNYA secara fasih. Anda perlu banyak sekali waktu untuk memahami parameter-parameter tata bahasa dalam bahasa itu, bagaimana bentuk verbanya, bagaimana verba berubah sesuai tenses, apa makna  kata-katanya, dan sebagainya, banyak sekali. Pada tahap ini, Anda bisa menjelaskan secara verbal bahwa ada 12 tenses dalam bahasa Inggris, dengan polanya masing-masing; Anda bisa menjelaskan bahwa kata kerja berubah sesuai dengan acuan waktu. Anda hanya bisa menDEKLARASIkan pengetahuan tersebut, (makanya tahap ini disebut tahap pengetahuan DEKLARATIF) tapi belum berani dan/atau belum bisa untuk memakainya dalam pembicaraan atau penulisan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru kalau Anda sudah merasa relatif mantap dengan pengetahuan itu, Anda berani mencoba-coba untuk memakainya dalam ujaran atau tulisan. Anda mulai berani mengucapkan satu dua kalimat dengan bekal pengetahuan Anda yang sudah mantap tadi. Pelan namun pasti, Anda menerapkan pengetahuan tentang pola-pola kalimat ke dalam prosedur mengujarkan kalimat atau membuat tulisan. Nah, pada tahap ini, Anda berada di ambang tahap PROSEDURAL.   Sekarang, Anda bukan hanya bisa mendeklarasikan pengetahuan tentang komponen-komponen bahasa Inggris, namun sudah bisa menjalankan PROSEDUR memproduksi ujaran atau tulisan dalam bahasa Inggris (makanya, tahap ini disebut tahap PROSEDURAL).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa mungkin meretas kedua tahap itu hanya dalam waktu 52 jam? Mission impossible.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus, mungkin Anda mencoba mendebat: “Lho, tapi teman saya dulu langsung bisa bahasa Inggris hanya dengan membaca buku saku yang berjudul ‘Percakapan Sehari-Hari dalam Bahasa Inggris”. Hanya dalam waktu 24 jam lebih sedikit dia sudah bisa cas cis cus dalam bahasa Inggris”. Hayoooo  . . . yak apa iki, hayooo?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban saya: yang dia pelajari itu, atau lebih tepatnya: dia hafalkan, adalah ungkapan-ungkapan baku, yang memang sudah tetap, dan masing-masing berpasangan dengan konteks situasi yang relatif bisa diramalkan.  Misalnya, ketika berkenalan, ungkapan-ungkapan yang hampir pasti diujarkan adalah: “Hi, my name is . . .”,  “How do you do?”, “Where are you from?”, “What part of England are you from?”, “What do you think of this city?”, dan sebagainya. Jadi teman Anda itu hanya bisa mengujarkan ungkapan-ungkapan ini dalam situasi yang sudah pasti. Coba suruh dia menghadiri seminar orang bule, kemudian suruh dia bertanya tentang satu hal dari topik presentasi itu, pasti dia kelabakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia baru sampai pada tahap menghafalkan social utterances (ungkapan-ungkapan baku untuk situasi khas), tapi jelas belum banyak berupaya untuk mengasah pengetahuan deklaratifnya, apalagi sampai pada tahap proseduralnya. Dia perlu waktu belajar lebih banyak lagi, dan jelas akan lebih dari 52 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-4664342092735990184?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/4664342092735990184/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=4664342092735990184' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/4664342092735990184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/4664342092735990184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2008/07/kuasai-bahasa-inggris-dalam-waktu-52.html' title='Kuasai Bahasa Inggris dalam Waktu 52 Jam Saja!'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SHMDt1LNw0I/AAAAAAAAAZo/zgOfQk5VWmw/s72-c/Acer-Empowered+Teacher.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-1932442434201515094</id><published>2008-06-26T20:26:00.000-07:00</published><updated>2008-06-26T20:57:52.590-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='membaca'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strategi belajar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vocabulary'/><title type='text'>Extensive Reading: Makin Banyak, Makin Blessss . .</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SGRlOeB0G9I/AAAAAAAAAYY/5vegLC9T5X0/s1600-h/Extensive+Reading+Books.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SGRlOeB0G9I/AAAAAAAAAYY/5vegLC9T5X0/s320/Extensive+Reading+Books.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216405567655123922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Membaca ekstensif, artinya membaca banyak bacaan tentang beragam topik untuk mendapatkan kesenangan, dan hiburan. Kegiatan ini memaparkan Anda pada banyak kata, yang beberapa di antaranya (atau banyak, tergantung seberapa ekstensif kegiatan membaca Anda) akan muncul berulang kali di banyak teks. Karena seringnya menjumpai kata-kata tersebut, lama-lama Anda bisa menerka (dengan benar) arti kata-kata tersebut lewant konteksnya, tanpa bantuan kamus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supaya membaca ekstensif menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus memperkaya, pilih topik bacaan yang Anda suka, dan pastikan bahwa sebagian besar kata-katanya sudah Anda pahami. Sebagai panduan kasar untuk yang terakhir ini, jika dari sepuluh kata yang Anda baca, hanya ada satu kata yang sulit, berarti bacaan tersebut masih berada dalam jangkauan kemampuan Anda. Jika hanya lima kata pertama saja Anda sudah kelabakan dengan kata-katanya, berarti bacaan itu terlalu sulit. Segera sisihkan dan cari bacaan yang baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panduan kasar lain adalah dari kemampuan Anda memahami gagasan utama dari paragraf pertama. Semakin gampang Anda menangkap gagasan utamanya, semakin cocok bacaan itu buat Anda. Tapi ingat, selalu kombinasikan tingkat kesulitan ini dengan minat Anda tentang topiknya. Kadang-kadang, topik yang sangat memikat Anda membuat Anda tidak gentar berhadapan dengan kata-kata sulit. Dalam kasus ini, hajar terus bleh! Anda bisa terus membaca, tentunya dengan bantuan kamus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ketika saya masih kelas 5 SD, saya suka sekali mengikuti berita dan siaran balap mobil Formula 1, dan minat ini membuat saya mampu dan mau melahap ulasannya di majalah Newsweek, majalah yang tingkat kesulitan bahasanya sebenarnya lebih tepat untuk seseorang dengan skor TOEFL minimal 550!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat membaca!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-1932442434201515094?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/1932442434201515094/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=1932442434201515094' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/1932442434201515094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/1932442434201515094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2008/06/extensive-reading-makin-banyak-makin.html' title='Extensive Reading: Makin Banyak, Makin Blessss . .'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SGRlOeB0G9I/AAAAAAAAAYY/5vegLC9T5X0/s72-c/Extensive+Reading+Books.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-643744578562888710</id><published>2008-06-25T19:35:00.001-07:00</published><updated>2008-06-25T19:38:05.270-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strategi belajar'/><title type='text'>Tak Kenal Maka Tak Sayang</title><content type='html'>Tak kenal maka tak sayang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya bosan mendengar ungkapan itu. Ya iya, saya tahu, bagus memang. Dan benar. Tapi karena sudah terlalu sering diucapkan jadi kedengaran klise, tidak “shocking” lagi (Tea with shocking sodaaaa . . . ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya diingatkan kembali akan ungkapan itu ketika salah satu murid privat saya mengatakan, dia jadi suka pelajaran bahasa Mandarin karena pada pertemuan pertama gurunya tidak langsung masuk ke materi ajar, namun memperkenalkan dulu budaya Mandarin lewat film, Chinese kaligrafinya, dan segala macam. Murid saya itu jadi tergelitik untuk tahu lebih banyak tentang budaya Cina, dan jadilah dia menyukai pelajaran Mandarin sejak saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, taktik belajar yang baik untuk suatu bahasa yang masih asing bagi Anda adalah: kenali dulu budayanya, lihat cara hidup orang-orangnya, lihat hasil keseniannya, kenali hasil karya sastranya, pandang kesehariannya, pakaian, dan gaya hidupnya, bahkan cara omongnya, semboyan-semboyan atau moto-motonya, dan, lebih dalam lagi, bagaimana mereka memaknai hidup ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru setelah Anda merasa tergelitik  untuk mengenali budaya mereka (tidak selalu harus jatuh hati, lho), ambillah buku saku, pelajari ungkapan-ungkapan kesehariannya, lalu mulailah pelajari tata bahasa, kosa kata, cara pengucapan dan ciri prosodiknya, dan segala macam komponen kebahasaan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sudah kenal dulu, biasanya akan jatuh sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat ber”budaya” dan belajar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P.S. Special thanks for Feli, who told me the value of knowing another culture before learning the language.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-643744578562888710?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/643744578562888710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=643744578562888710' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/643744578562888710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/643744578562888710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2008/06/tak-kenal-maka-tak-sayang.html' title='Tak Kenal Maka Tak Sayang'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-8482678464083364100</id><published>2008-05-23T01:29:00.000-07:00</published><updated>2008-05-23T01:31:58.681-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mendengarkan'/><title type='text'>LISTENING COMPREHENSION: Siapa Takut?</title><content type='html'>Penelitian maupun pengalaman banyak pembelajar bahasa Inggris menunjukkan bahwa listening comprehension (menyimak dan memahami) merupakan salah satu kecakapan yang paling sulit dikuasai. Tantangan makin bertambah dalam konteks tes bahasa seperti TOEFL, TOEIC, atau IELTS. Pada kesempatan kali ini, penulis ingin memberikan beberapa kiat untuk mendapatkan sebanyak mungkin pesan—tentunya sesuai tingkat kecakapan berbahasa masing-masing—dari sebuah wacana lisan yang umumnya hanya diperdengarkan satu kali saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunyah semua, baru jawab&lt;br /&gt; Kiat ini cocok untuk Anda yang yakin benar dengan kemampuan mengingat kembali apa yang diucapkan seseorang. Dengan kata lain, Anda yang punya gaya belajar auditory  akan cenderung lebih sukses ketika melakukan strategi ini. Cara melakukannya mudah saja: ketika wacana lisan mulai diperdengarkan, pusatkan perhatian pada semua pesan yang disampaikan, sambil terus mencamkan semuanya ke dalam ingatan jangka pendek Anda (short-term memory).  Kalau perlu tutup mata Anda ketika mendengarkan sehingga proses mental Anda tidak terusik oleh stimuli visual di sekitar Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda diperkenankan mencatat, seperti pada tes TOEFL iBT, Anda boleh saja mencatat, namun jangan sampai perhatian Anda malah tersita  lebih banyak untuk mencatat dan bukannya mendengarkan dengan cermat. Jadi, seandainya memang perlu mencatat, pastikan bahwa catatan Anda sangat singkat, ringkas, namun tetap bisa memicu ingatan Anda tentang pesan-pesan yang sedang disampaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Begitu kegiatan menyimak selesai, umumnya Anda akan langsung dihadapkan pada serangkaian pertanyaan yang menguji pemahaman Anda. Pada saat ini, jawab setiap pertanyaan dengan mengingat kembali pesan-pesan yang telah Anda simpan di memori tadi. Jika sempat membuat catatan, lihat kembali catatan cepat Anda untuk membantu ingatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekarang Anda tahu mengapa kiat ini saya namakan “kunyah dulu, baru jawab”: karena Anda memang mengunyah (baca: memproses) semua masukan lisan, menanamkannya baik-baik ke memori Anda, baru kemudian menjawab pertanyaan pemahamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jajagi medan, simak yang sesuai &lt;br /&gt; Kebalikan dari kiat di atas adalah strategi dimana Anda membaca secara cepat pertanyaan-pertanyaan atau soal-soal suatu kegiatan menyimak, kemudian baru mendengarkan wacana lisan tersebut. Ketika mendengarkan, Anda mencari pesan-pesan yang merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang Anda baca sekilas tadi. Begitu menyimak selesai, Anda kembali ke bagian pertanyaan untuk menjawabnya. Itulah sebabnya kiat ini saya namai “jajagi  medan, dan simak yang sesuai”: Anda membaca dulu semua pertanyaan yang diberikan, baru kemudian menyimak wacana lisannya untuk mendapatkan jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mana?&lt;br /&gt; Kalau ada dua pilihan seperti di atas,  pertanyaan yang biasanya muncul adalah: lalu saya harus memakai yang mana? Jawabannya sangat tergantung kepada gaya kognitif masing-masing individu. Dalam ranah strategi belajar bahasa, jarang ada strategi yang dengan gampang bisa dilabeli “buruk” atau “baik”, karena semuanya tergantung kepada cara masing-masing pemelajar untuk menyerap informasi verbal. Kalau Anda merasa nyaman dan percaya diri dengan gaya pertama, pakailah kiat tersebut. Sebalikanya kalau Anda merasa lebih yakin jika sudah melihat pertanyaannya baru kemudian mendengarkan, jangan ragu-ragu untuk menggunakan kiat yang kedua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dapat juga terjadi bahwa seorang pemelajar yang selama ini menggunakan kiat pertama tidak tahu bahwa ada taktik kedua, atau sebaliknya. Ini gunanya berbagi strategi dengan rekan lain di suatu kelas atau kursus bahasa. Kendati jarang terjadi, bisa saja Anda yang selama ini sudah berpegang teguh pada suatu strategi bisa menggali manfaat dari strategi alternatif yang lebih efektif--atau setidaknya lebih pas dengan gaya kognitif Anda--dari rekan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekali Anda merasa mantap dengan suatu strategi menyimak, yang manapun strategi itu, Anda bisa menjawab judul di atas dengan mantap: “Saya tidak takut, tuh”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-8482678464083364100?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/8482678464083364100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=8482678464083364100' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/8482678464083364100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/8482678464083364100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2008/05/listening-comprehension-siapa-takut.html' title='LISTENING COMPREHENSION: Siapa Takut?'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-3683224522117448569</id><published>2008-05-21T21:18:00.000-07:00</published><updated>2008-05-21T21:32:46.007-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strategi belajar'/><title type='text'>Banjir!</title><content type='html'>Banjir. Buat kita di Indonesia dimana hutan beton sudah tumbuh makin subur dan gunung sudah pada botak kayak kepala saya, banjir pasti bukan fenomena yang aneh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya mau ngomong tentang banjir yang lain. Dalam kaitannya dengan belajar bahasa secara taktis, banjir bisa berupa strategi yang jitu untuk membuat benak Anda selalu terpacu. Terpacu mendengarkan dalam bahasa Inggris, terpacu (baca: terpaksa)memahami bahasa Inggris, terpacu membaca bahasa Inggris, dan akhirnya tergelitik untuk mencoba ngomong dalam bahasa Inggris (atau bahasa apapun yang sedang Anda pelajari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya adalah dengan membanjiri Anda sendiri dengan ujaran, omongan, kalimat, wacana lisan maupun tulisan dalam bahasa Inggris. Pada tahap awal, Anda akan lebih banyak diam (lihat posting saya yang lain tentang "Periode Sunyi"), tapi lama kelamaan, tanpa sadar Anda akan terpacu (atau terpicu) untuk menggunakan bahasa tersebut, entah lewat omongan/ucapan, atau lewat tulisan sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ilmu pembelajaran bahasa yang saya pelajari ada yang namanya "connectionism", yaitu gejala yang ditunjukkan sebuah piranti cerdas setelah dia dibanjiri oleh input berupa pola-pola baru. Lama kelamaan, si piranti cerdas ini bisa menghasilkan pola-pola yang kurang lebih mirip dengan pola-pola yang dibanjirkan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana kalau piranti cerdas itu adalah otak kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama saja. Setelah sekian lama kebanjiran input bahasa Inggris, benak kita akan mulai mengguratkan pola-pola ucapan, ejaan, makna, bahkan cara pikir dalam bahasa Inggris!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya kenapa Anda sering merasakan dampak positif tersebut setelah ikut conversation club, atau mendengarkan siaran TV/radio dalam bahasa Inggris, atau membaca bahasa Inggris, atau bahkan hidup di lingkungan penutur asli bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau Anda masih tergolong yang malas atau malu melakukan kegiatan-kegiatan seperti itu, sadarlah bahwa dampak keengganan ini adalah kemajuan belajar yang terhambat. Ibaratnya tanaman, dia jadi kerdil karena kurang pupuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan enggan untuk bergabung di sebuah conversation club, atau mendengarkan banyak siaran berbahasa Inggris. Jangan takut kebanjiran, karena banjir yang ini tidak akan menenggelamkan, tapi memicu Anda untuk jadi lebih lancip (istilah saya untuk menyebut orang yang mahir berbicara).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-3683224522117448569?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/3683224522117448569/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=3683224522117448569' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/3683224522117448569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/3683224522117448569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2008/05/banjir.html' title='Banjir!'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-6450776936441611240</id><published>2008-05-07T02:01:00.000-07:00</published><updated>2008-05-07T02:02:41.676-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menulis'/><title type='text'>Nge blog supaya tidak goblog dalam menulis</title><content type='html'>Tahu cara efekif untuk berlatih menulis dalam bahasa Inggris, tanpa takut dikoreksi guru, atau dicoret-coret dengan pena merah karena salah tata bahasa atau ejaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nge blog. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa tuh? Dasar goblog! Itu artinya "tulislah blog, dalam bahasa Inggris".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba mampir sebentar kesini: http://patrisiusdjiwandono.blogspot.com atau ke sini: http://corry17.wordpress.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya adalah sarana gratis dan praktis untuk menajamkan atau mempertajam kemampuan menulis bloggernya dalam bahasa Inggris. Coba lihat dan rasakan, betapa kalimat-kalimat bahasa Inggris mengalir begitu saja dari kedua blogger itu. Perkara salah grammar atau ungkapannya kurang pas, itu urusan nanti. Yang penting, tindak penulisan itu membuat keduanya terlatih dan terbiasa mengungkapkan buah pikiran ke dalam bahasa Inggris, dan ini semakin mengasah kemampuan bahasa Inggrisnya. Gampang kan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya Anda harus sudah punya bekal penguasaan bentuk-bentuk dasar dalam bahasa Inggris, dan kosa kata aktif setidaknya 3000-word level (3000 kata yang paling sering muncul dalam bahasa Inggris).  Akan lebih baik kalau Anda juga hobi menulis. Tinggal duduk di depan laptop atau desktop Anda, alirkan saja pikiran demi pikiran, ide, keluhan, curhat atau apapun ke dalam blog dengan bahasa Inggris. Bubuhi sedikit gambar, ilustrasi atau foto pribadi yang pas dengan tema tulisan, dan . . . ta daa, . . . Anda sudah berhasil mengungkapkan pendapat lewat bahasa Inggris tertulis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-6450776936441611240?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/6450776936441611240/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=6450776936441611240' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/6450776936441611240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/6450776936441611240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2008/05/nge-blog-supaya-tidak-goblog-dalam.html' title='Nge blog supaya tidak goblog dalam menulis'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-1298547412746701253</id><published>2008-04-29T21:16:00.000-07:00</published><updated>2008-04-29T21:17:11.264-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zhongwen'/><title type='text'>Ni hao ma?</title><content type='html'>Ni hao ma?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wo hen hao, ni na?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya gregeten betul melihat ada bahasa se’aneh’ bahasa Tionghoa. Kok ada bahasa yang serumit itu? Budaya dan benak macam apa yang begitu kompleksnya sampai melahirkan bahasa yang ciri nadanya sangat distinctive,  membawa arti, belum lagi karakter tulisnya yang njlimet. Memang bagus. Unik. Kayak nggambar.  Tapi kita yang mau belajar ini, alamak, harus benar-benar memakai jurus strategi selengkap mungkin.  Ya afektif, kognitif, metakognitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memutuskan untuk mempelajari bahasa Tionghoa ini semata-mata karena ingin melatih kecekatan otak saja. Dengan mempelajari pola nadanya, mendengar pengucapannya, berlatih bicara walaupun berbisik-bisik takut kedengaran rekan sekantor, saya pikir saya akan bisa mempertahankan ketajaman benak saya dalam menyerap, memproses informasi, dan mengingat kembali. Saya sama sekali tidak punya niat untuk berdagang, ngomong sama orang-orang dari etnis Tionghoa, atau apa lah, pokoknya sama sekali bukan tujuan-tujuan komunikatif seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya sadari betapa janggalnya pemikiran saya itu. Belajar bahasa hanya untuk melatih ingatan, tanpa ada niatan sama sekali untuk memakainya sebagai sarana komunikasi, atau setidaknya mengenal lebih jauh budayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mungkin. Dan sebenarnya, mengapa tidak? Sejak kecil nampaknya saya (ditakdirkan) untuk hidup dan tumbuh di lingkungan berbudaya etnis Tionghoa. Saya sekolah di SD, SMP, dan SMA Katolik yang mayoritas siswanya dari etnis Tionghoa. Saya berpacaran dan akhirnya menikahi seorang wanita keturunan Tionghoa. Saya mengajar di PTS yang mayoritas mahasiswanya juga dari etnis Tionghoa, saya bekerja di kantor dan semua staf saya juga dari etnis Tionghoa, setelah pindah dari kantor itu, saya sekarang malah berkarya di Universitas Ma Chung; saya juga pernah . . .  ya, nggak usah diteruskan lah kalau yang terakhir ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi begitulah. Saya belajar bahwa strategi afektif berperan besar dalam upaya saya belajar bahasa Mandarin ini. Malah harus ada in the first place, menjadi pijakan bagi strategi jenis kognitif dan metakognitif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sukailah dulu suatu budaya, bekerja sama lah dengan penutur-penutur aslinya, jatuh cintalah pada mereka, nikahilah mereka  (satu saja!)  dan Anda akan makin merasakan dorongan alami untuk mempelajari bahasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wo xian zai xue Zhong wen. Xian zai wo de Zhong wen hai bu tai hao.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zai jian!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-1298547412746701253?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/1298547412746701253/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=1298547412746701253' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/1298547412746701253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/1298547412746701253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2008/04/ni-hao-ma.html' title='Ni hao ma?'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-8956403121590204450</id><published>2008-04-16T22:11:00.000-07:00</published><updated>2008-04-16T22:13:01.917-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strategi belajar'/><title type='text'>Wis Banter, Salah Sisan!</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SAbcUVaQQ0I/AAAAAAAAAPE/byFxyTXe-oE/s1600-h/Wrong+Strategy.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SAbcUVaQQ0I/AAAAAAAAAPE/byFxyTXe-oE/s320/Wrong+Strategy.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190077862493832002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan di atas dalam bahasa Jawa yang artinya: “udah ngomongnya keras, salah pula jawabannya”.  Ini biasa diucapkan oleh guru yang sebel melihat muridnya yang menjawab pertanyaannya dengan suara keras tapi ternyata salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dalam blog ini maksudnya adalah “jangan meneruskan taktik atau strategi atau cara belajar yang sudah salah”. Salah dalam arti kurang efisien, kurang efektif, dan kurang menyenangkan, tapi karena sudah terlanjur terbiasa,  jadi dipakai terus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh yang paling sering  saya amati adalah berusaha menafsirkan setiap kata Inggris yang dibaca, padahal dalam membaca yang penting adalah memahami keseluruhan wacana, dan pemahaman keseluruhan tidak selalu harus diupayakan melalui ‘perjuangan keras’ mencari makna setiap kata. Banyak kali kalau kita sudah mendapatkan ide keseluruhan wacana, kita bisa menebak atau memperkirakan makna beberapa kata yang mungkin sulit. Bahkan kita juga bisa mengabaikan kata-kata tersebut, dan tetap bisa memahami keseluruhan makna teks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membahas taktik ini secara lebih lengkap dan panjang lebar di buku saya yang pertama: “Strategi Membaca Bahasa Inggris” terbitan Gramedia, 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak yang bisa saya ungkapkan mengenai taktik belajar salah ini. Namun untuk sementara cukup sekian dulu; kiranya karikatur yang  menyertai posting ini bisa menguak mata kita lebih lebar tentang strategi yang salah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-8956403121590204450?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/8956403121590204450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=8956403121590204450' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/8956403121590204450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/8956403121590204450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2008/04/wis-banter-salah-sisan.html' title='Wis Banter, Salah Sisan!'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SAbcUVaQQ0I/AAAAAAAAAPE/byFxyTXe-oE/s72-c/Wrong+Strategy.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-6387086375001363491</id><published>2008-04-14T01:52:00.001-07:00</published><updated>2008-04-14T02:42:02.975-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='speaking'/><title type='text'>Sssstt . . . !</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SAMmwlaQQwI/AAAAAAAAAOM/WWNrTC-SP6w/s1600-h/ListeningB.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SAMmwlaQQwI/AAAAAAAAAOM/WWNrTC-SP6w/s320/ListeningB.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189033811778749186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Ssssssttt. . . .”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali apa yang tertulis di atas sangat tepat untuk memulai posting belajar bahasa kita kali ini. Sebagaimana kita ketahui, ungkapan tersebut bermakna “jangan berbicara!”. Dalam belajar bahasa, ungkapan tersebut juga mengandung makna tambahan “menyimaklah dengan penuh perhatian selagi kamu berdiam diri”.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penelitian para ahli pembelajaran bahasa sejak tahun 1980 an menemukan bahwa pembelajar bahasa asing yang akhirnya berhasil mempelajari suatu bahasa mengawali langkahnya dengan suatu periode sunyi, dimana mereka tidak mengucapkan kata-kata, tidak menulis, tapi mendengarkan, memperhatikan, dan dengan diam-diam menyerap struktur bahasa sasaran (bahasa yang sedang dipelajarinya) ke dalam mekanisme pikirannya.  Menurut para ahli tersebut, penguasaan bahasa (atau “pemerolehan bahasa”) berawal dari pemahaman wacana (tulis atau lisan), berbicara, baru kemudian menulis. Jadi, pembelajar bergerak dari tahap “sunyi” dan berangsur-angsur berkembang ke tahap “ramai”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sekedar membisu.&lt;br /&gt; Yang disebut sunyi disini bukan hanya berdiam diri. Pada periode ini, yang juga diperlukan adalah apa yang disebut comprehensible input, yaitu masukan bahasa berupa kata-kata, ungkapan-ungkapan  baku (seperti “wish you the best luck!”, atau “how’s it going?”), pola-pola kalimat, bahkan sampai pada pengucapan kata-kata, yang sedikit banyak bisa dipahami lewat bantuan konteks atau situasi yang melingkupinya. Dengan kata lain, ketika Anda sedang berada pada periode ini, pastikan bahwa apa yang Anda dengar atau baca (input) dari lingkungan kebahasaaan di sekitar Anda  adalah sesuatu yang bisa Anda pahami (comprehend). Jika Anda terus menerus memaparkan diri Anda terhadap masukan bahasa seperti ini, benak Anda secara berangsur-angsur akan mulai membentuk sistem bahasa sasaran. Sistem bahasa ini bersifat sangat dinamis, cepat sekali berubah sesuai dengan masukan bahasa yang Anda terima. Perubahan yang terjadi akan terus berlangsung ke arah suatu sistem yang mendekati  ciri-ciri bahasa sasaran. Pada suatu saat sistem ini akan menjadi sedemikian “matang”, dan pada saat itulah Anda akan takjub mendapati bahwa Anda mulai bisa mengujarkan satu dua ungkapan, atau menulis beberapa kalimat dalam bahasa sasaran tersebut. Periode sunyi Anda sudah berakhir; sekarang Anda bisa mulai “mengoceh” dan terus-menerus memperbaiki aspek tata bahasa, pengucapan, dan kealamiahan ungkapan melalui interaksi Anda dengan penutur asli bahasa tersebut, atau dengan rekan-rekan yang lebih cakap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebagai ilustrasi, penulis kemukakan pengalaman pribadi penulis sebagai seorang Jawa yang dibesarkan dalam lingkungan bahasa Jawa, kemudian menikah dan berkeluarga dengan seorang wanita asal Madura. Sehari-hari istri penulis dan ibu serta pembantunya berkomunikasi dalam bahasa Madura, sementara penulis hanya bisa diam tidak berpartisipasi. Tapi pada saat itu sebenarnya penulis sedang menjalani periode sunyi; secara diam-diam penulis menyerap beberapa kata Madura, ungkapan-ungkapannya, intonasinya yang khas,  dan cara pengucapannya. Selang beberapa bulan kemudian, dalam suatu kesempatan berbincang-bincang dengan penutur asli Madura, penulis mendadak memiliki baik keberanian maupun kemampuan untuk mengujarkan suatu gagasan dalam bahasa Madura!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kondisi prasyarat selama periode sunyi.&lt;br /&gt; Dari uraian di atas, tersirat paling tidak ada dua kondisi yang harus ada dalam periode sunyi. Pertama, Anda harus berada di lingkungan yang bisa dan mau memberi Anda masukan bahasa. Pada ilustrasi di atas, kondisi ini terpenuhi karena penulis berada di lingkungan keluarga istri yang berkomunikasi dalam bahasa asing (bahasa Madura dalam hal ini). Kedua, masukan bahasa tersebut  harus bisa Anda pahami, baik karena bantuan konteks (situasi dimana masukan bahasa tersebut diucapkan atau ditulis), atau karena bantuan ekstra dari seorang guru/tutor yang mau berupaya untuk membuat masukan itu menjadi bermakna bagi Anda.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lalu bagaimana caranya mengubah suatu lingkungan belajar sehingga bisa memenuhi kedua prasyarat di atas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Sssssssttt, . . . tunggu jawabannya di edisi selanjutnya!”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-6387086375001363491?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/6387086375001363491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=6387086375001363491' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/6387086375001363491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/6387086375001363491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2008/04/sssstt.html' title='Sssstt . . . !'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SAMmwlaQQwI/AAAAAAAAAOM/WWNrTC-SP6w/s72-c/ListeningB.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-3886823852824564303</id><published>2008-04-14T01:41:00.000-07:00</published><updated>2008-04-14T02:47:43.404-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='vocabulary'/><title type='text'>Mengalahkan Kosa Kata</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SAMoOFaQQxI/AAAAAAAAAOU/H1WjrDljJ74/s1600-h/Fighting+Words.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SAMoOFaQQxI/AAAAAAAAAOU/H1WjrDljJ74/s320/Fighting+Words.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189035418096517906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kita menjelajahi wacana tulis bahasa Inggris dengan segala daya pikat dan kompleksitasnya, ada baiknya kita mengetahui beberapa fakta dasar tentang kosa kata bahasa Inggris dalam wacana tulis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut para ahli, kosa kata bahasa Inggris terbagi menjadi 4 jenis, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. High Frequency Words (HFW): adalah kosa kata yang paling sering muncul dalam wacana tulis, dan membentuk 80% sampai 95% dari keseluruhan kosa kata dalam wacana tulis tersebut. Contohnya adalah kata-kata seperti do, make, say, live, yang hampir dapat dipastikan selalu ada dalam wacana tulis bahasa Inggris dari berbagai jenis. Terdapat sekitar 2000 kosa kata yang termasuk dalam jenis  High Frequency Words (HFW) ini. Kendati jumlahnya tidak sangat banyak, namun HFW sangat sering muncul. Implikasinya adalah bahwa semakin banyak kosa kata HFW yang Anda kuasai, semakin mudah Anda memahami teks bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Academic Words (AW): adalah kosa kata yang umumnya muncul dalam teks-teks ilmiah dari berbagai bidang. Golongan ini meliputi kata-kata seperti perceive, role, available dan sejenisnya. Terdapat sekitar 750 kosa kata AW yang meliputi 8% sampai 10% dari keseluruhan kosa kata dalam teks-teks akademik. Implikasinya, jika Anda seorang insan yang berkecimpung dalam dunia akademis, entah sebagai dosen, mahasiswa atau peneliti, penguasaan AW akan sangat membantu Anda memahami teks-teks ilmiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Technical Words (TW): adalah kosa kata yang mempunyai makna yang khusus pada bidang-bidang ilmu yang spesifik pula. Contohnya adalah kata-kata seperti agree dan concordance di bidang tata bahasa, atau subpoena, decree di bidang hukum. Jumlahnya tidak lebih dari 1000 kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Low Frequency Words (LFW): adalah kosa kata yang jarang dipakai dalam teks-teks bahasa Inggris. Kata –kata seperti jettison atau flabbergasted masuk ke dalam kategori ini. Jumlahnya sangat banyak, meliputi hampir 126.000 kosa kata. Namun, kemunculannya sangat jarang, hanya meliputi 5% dari keseluruhan kosa kata dalam wacana tulis pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Implikasi dari kategori kosa kata di atas adalah bahwa penguasaan 2000 HFW akan membantu Anda memahami setidaknya 80% dari kosa kata pada suatu teks. Jika Anda menguasai 570 kosa kata AW, pemahamanAnda akan meningkat paling sedikit 8% lagi. Dengan bekal penguasaan HFW dan AW, Anda akan memahami setidaknya 88% dari kosa kata yang termuat dalam wacana umum atau ilmiah berbahasa Inggris. Bagaimana dengan TW dan LFW yang pasti juga terkandung dalam teks itu? Para ahli telah mendapati bahwa pembaca yang menguasai 90% sampai 95% dari kosa kata dalam teks akan dengan mudah menebak arti kata-kata sulit yang tergolong dalam TW dan LFW. Jadi singkat kata: semakin banyak Anda menguasai HFW dan AW, semakin mudah Anda "menaklukkan" kata-kata TW dan LTW!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ingin tahu seberapa baik penguasaan kosa kata Anda? Nyalakan komputer, meluncurlah ke jejaring jagad jembar alias Internet, pilihlah satu teks dari suatu situs, salinlah teks tersebut (dengan menekan kunci “Ctrl” dan “C”), kemudian masuklah ke situs berikut ini: http://www.er.uqam.ca/nobel/r21270/textools/web_vp.html. Hapus dulu tulisan yang ada pada bagian kolom putih di tampilan yang muncul. Tempatkan kursor pada  ujung kiri atas kolom putih tersebut, dan tekanlah “Ctrl” dan “V”.  Setelah teks tadi masuk pada kolom itu, kliklah pilihan “DO IT!” di bagian kiri bawah.  Dalam sekejap data kosa kata dari teks itu akan ditampilkan. Kata yang berwarna biru dan hijau adalah dari kelompok 2000 kata HFW; yang berwarna kuning adalah AW, dan yang berwarna merah adalah dari LFW. Nah, sekarang ujilah diri Anda sendiri dengan melihat pada kelompok-kelompok kata tersebut. Semakin banyak makna kata biru dan hijau yang Anda ketahui, semakin baik kemampuan membaca Anda. Semakin banyak makna kata-kata  kuning yang Anda kuasai, semakin bertambah bagus lagi kemampuan membaca Anda. Bagaimana jika ternyata penguasaan kosa kata Anda untuk kata-kata tersebut masih rendah? Itu artinya, Anda perlu belajar lebih banyak kosa kata lebih keras lagi. Bagaimana caranya? Simak terus blog ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-3886823852824564303?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/3886823852824564303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=3886823852824564303' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/3886823852824564303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/3886823852824564303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2008/04/mengalahkan-kosa-kata.html' title='Mengalahkan Kosa Kata'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SAMoOFaQQxI/AAAAAAAAAOU/H1WjrDljJ74/s72-c/Fighting+Words.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-3025322088783003412</id><published>2008-04-14T01:29:00.000-07:00</published><updated>2008-04-14T01:35:25.946-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strategi belajar'/><title type='text'>Grand Strategy dalam Belajar Bahasa</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SAMXQFaQQvI/AAAAAAAAAOE/If_wgmqZ_4k/s1600-h/office-strategy.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SAMXQFaQQvI/AAAAAAAAAOE/If_wgmqZ_4k/s320/office-strategy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189016760758584050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aduh, sulitnya bahasa Inggris ini. Ngafalin kata sepuluh biji aja dari tadi nggak hapal-hapal!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mending kamu cuma suruh ngafalin. Aku nih, besok ada tes speaking. Topiknya my last holiday.  Wuih, bingung musti gimana ngomongnya menceritakan pengalaman yang seru-seru liburan yang lalu. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda mendengar keluhan-keluhan semacam itu terungkap dari teman-teman, atau bahkan dari anda sendiri? Untuk sebagian besar orang, belajar bahasa Inggris memang tidak semudah belajar mengoperasikan ponsel seri terbaru. Sayangnya, setelah mengeluh panjang lebar demikian, banyak dari mereka yang kemudian patah semangat.  Nggak bisa bahasa Inggris nggak patheken, begitu mungkin gerutu mereka. Memang, tanpa bisa berbahasa Inggris mereka tidak akan kudisan, namun  yang pasti akan sulit dapat kerja di tengah era informasi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperlukan ketekunan, kegigihan, dan sikap ulet untuk menguasai bahasa Inggris. Yang ini nampaknya sudah sering didengungkan. Tapi tahukah Anda bahwa ada satu lagi resep sukses belajar bahasa Inggris? Belajar dengan taktis. Atau dengan kata lain: belajar dengan menggunakan strategi yang jitu sehingga upaya belajar itu sendiri menjadi sesuatu yang menyenangkan, efisien, dan menjanjikan hasil yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, strategi belajar bahasa melibatkan tiga aspek: daya kognitif  (kemampuan menyerap, menyimpan, dan mengambil kembali informasi dari pikiran), metakognitif (kemampuan memonitor proses pikiran), dan faktor sosial/afektif (kemampuan bekerja sama dengan orang lain dan mengendalikan  emosi). Anda harus mampu mensinergikan ketiga aspek utama ini untuk membuat pengalaman belajar menjadi lebih mudah, atau minimal, tidak terasa sebagai suatu penderitaan. Nah, secara umum, here are your grand strategies:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi 1: Sadari tantangan belajar yang harus dihadapi, dan buatlah rencana untuk menaklukkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ini inti dari setiap tindakan strategis: sadar akan tantangan yang harus dihadapi, dan menyusun rencana untuk menghadapinya. Dalam setiap kegiatan belajar apapun, Anda harus tahu karakteristik tujuan belajar yang ingin Anda capai. Menulis surat dalam bahasa Inggris? Berbicara dengan penutur asli Bahasa Inggris? Melakukan dialog di depan kelas dengan rekan? Wawancara dengan guru? Membaca teks dan menjawab pertanyaan bacaan? Semua ini merupakan tujuan-tujuan belajar yang harus Anda sadari. Langkah berikutnya adalah menyusun strategi untuk mencapai tujuan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, untuk dapat menulis surat dalam bahasa Inggris, Anda akan melihat model-model surat yang sudah jadi, mempelajari ungkapan-ungkapan yang dipakai, menulis draft, meminta guru untuk membetulkan kesalahan ungkapan dan tata bahasa, kemudian menyusun draft akhir surat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi 2: Lakukan  beberapa jenis strategi yang berbeda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Penelitian menunjukkan bahwa orang yang menggunakan bermacam-macam strategi akan memperoleh hasil yang lebih baik daripada mereka yang hanya mengandalkan satu jenis strategi saja. Sebagai contoh, untuk menambah penguasaan kosa kata, Anda dapat melakukan setidaknya tiga kegiatan: (1) menghafalkan daftar kosa kata (dengan  strategi tertentu pula yang akan dijelaskan kemudian), (2) membaca novel yang Anda sukai, (3) menonton film sederhana dengan terjemahan. Kegiatan-kegiatan yang berbeda ini akan memperkaya kosa kata anda, bahkan kadang-kadang tanpa Anda sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi 3:  Kombinasikan ketiga jenis strategi di atas: kognitif, metakognitif, dan sosial/afektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kalau selama ini Anda hanya mempelajari pola-pola kalimat dari buku teks, cobalah mulai juga belajar bersama seorang teman. Kehadirannya bisa memacu Anda untuk belajar lebih giat karena Anda tentunya merasa malu kalau sampai kalah dengan dia. Begitu sudah terasa suntuk, Anda berdua bisa meluangkan waktu untuk tertawa sejenak, melonggarkan saraf dan pikiran, sebelum belajar lagi. Kalau salah satu mulai merasa kendor, sang teman bisa memberi dorongan untuk meneruskan belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika belajar bersama seperti itu, sesekali tanyakanlah kepada diri Anda sendiri: ”sudahkah aku mempelajari grammar ini dengan benar? Apakah cara yang kita pakai selama ini cukup berhasil? Kalau kurang berhasil, bagaimana kita bisa memperbaikinya sehingga menjadi lebih cepat dengan hasil lebih baik?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketiga strategi di atas, yakni mempelajari tata bahasa, mengajak teman untuk belajar bersama, dan memonitor pikiran anda sendiri, adalah contoh sederhana kombinasi antara strategi kognitif, sosial/afektif, dan metakognitif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That's your grand strategy. Atau Anda punya kiat lain?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-3025322088783003412?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/3025322088783003412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=3025322088783003412' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/3025322088783003412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/3025322088783003412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2008/04/grand-strategy-dalam-belajar-bahasa.html' title='Grand Strategy dalam Belajar Bahasa'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SAMXQFaQQvI/AAAAAAAAAOE/If_wgmqZ_4k/s72-c/office-strategy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-7880472201906131442</id><published>2008-04-14T00:01:00.000-07:00</published><updated>2008-04-14T00:02:54.151-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='strategi belajar'/><title type='text'>Kenapa Harus Strategis</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SAMBlFaQQuI/AAAAAAAAAN4/lRGHiS_9UUI/s1600-h/Cat+and+Strategy.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SAMBlFaQQuI/AAAAAAAAAN4/lRGHiS_9UUI/s320/Cat+and+Strategy.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5188992932280025826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kiat. Kiat. Kiat. Taktik. Tak. Tik. Strategi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hare gene nggak pake strategi? Bakal mblehar (= kacau; ancur-ancuran). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang jelas pakai strategi, biar lawan tekuk lutut. Dagang pun harus pakai, biar nggak rugi, minimal balik modal. Ngajar juga, supaya murid jadi enjoy belajar dan jadi lebih pinter. Nah, belajar pun harus strategis, supaya kegiatannya lebih menyenangkan, tindakannya lebih praktis, dan hasilnya lebih manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog ini saya buat untuk menampung ide-ide dan pengalaman saya sebagai pemelajar dan pengajar bahasa Inggris, khususnya yang berkaitan dengan taktik, kiat, dan strategi belajar bahasa. Strategi yang saya paparkan memang nampaknya berlaku buat belajar bahasa Inggris, tapi sebenarnya prinsipnya bisa diterapkan untuk belajar semua bahasa manusia, kecuali bahasa tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada prinsipnya, strategi yang saya paparkan atau sharingkan bertujuan akhir membuat upaya belajar menjadi lebih mudah, lebih menyenangkan, dan lebih sukses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mau menanggapi, silakan. Siapa tahu kiat-kiat Anda ternyata lebih manjur daripada apa yang saya lontarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menikmati sajian strategi!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-7880472201906131442?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/7880472201906131442/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=7880472201906131442' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/7880472201906131442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/7880472201906131442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2008/04/kenapa-harus-strategis.html' title='Kenapa Harus Strategis'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SAMBlFaQQuI/AAAAAAAAAN4/lRGHiS_9UUI/s72-c/Cat+and+Strategy.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5718745885882573990.post-8132334215389332975</id><published>2008-04-13T23:20:00.001-07:00</published><updated>2008-04-15T23:08:37.373-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='menebak'/><title type='text'>Bagaimana Menebak dengan Cerdas</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SAWX2FaQQzI/AAAAAAAAAOk/0nfILC_wTYM/s1600-h/red_die_with_question_marks.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SAWX2FaQQzI/AAAAAAAAAOk/0nfILC_wTYM/s320/red_die_with_question_marks.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189721101035389746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam belajar bahasa, dan bahkan ketika menggunakan bahasa, tindakan menerka atau menebak (guessing) adalah strategi yang lumrah dipakai. Karena situasi yang mendesak, waktu yang sudah hampir habis, pembicaraan yang terburu-buru, atau tingkat kecakapan  yang belum memadai, seringkali kita harus merelakan kehilangan beberapa penggalan kata atau ucapan dari lawan bicara atau dari teks, dan terpaksa melakukan penebakan terhadap pesan yang sedang disampaikan. Seberapa akurat tebakan itu berhasil membuat kita mendapatkan pesan yang akurat sangat tergantung pada beberapa faktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama adalah kecakapan bahasa Inggris Anda. Semakin tinggi kecakapan Anda, semakin jitu tebakan yang Anda buat. Kalau skor TOEFL Anda sudah 560, tebakan Anda kemungkinan besar lebih tepat sasaran daripada tebakan teman Anda yang skornya masih 480. Ini karena kemampuan bahasa yang sudah tinggi memungkinkan Anda untuk memahami lebih banyak kata di sekeliling penggalan yang harus Anda tebak tersebut. Sebagai contoh, coba tebak apa arti kata “dreaded” pada kalimat berikut ini: “After the horrible accident aboard the ship he was sailing on, the young man dreaded going to the sea.” Anda akan merasa bahwa penebakan tidak terlalu sulit jika Anda sudah mengetahui arti kata-kata selain dreaded pada kalimat di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua adalah seberapa jauh Anda mengetahui topik yang sedang dibicarakan atau disampaikan. Semakin kenal Anda dengan topik tersebut, semakin mudah Anda memperkirakan makna beberapa penggalan yang tidak sempat Anda tangkap dengan baik. Untuk membuktikannya, coba dengarkan atau baca sebuah wacana lisan atau tulis dari suatu bidang ilmu yang sangat asing dengan Anda.  Begitu ada satu bagian yang kabur, Anda akan merasa seperti tersesat di sebuah hutan lebat tanpa penunjuk arah sama sekali. Bandingkan dengan ketika Anda membaca atau menyimak sebuah wacana dari bidang yang selama ini Anda tekuni. Ketika suatu ketika harus menebak, latar pengetahuan Anda yang sudah kokoh tentang bidang itu akan membantu Anda memperkirakan makna-makna  yang sedikit kabur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian di atas tersirat bahwa untuk mempertajam keakuratan penebakan, Anda memerlukan tingkat kecakapan bahasa yang tinggi, dan pengetahuan yang cukup banyak tentang topik wacana yang sedang Anda dengarkan atau baca. Setidaknya Anda harus mengetahui 9 dari 10 kata yang Anda baca untuk bisa melakukan penebakan dengan relatif tepat. Setelah mencapai proporsi ini, akan lebih baik lagi kalau Anda punya pengetahuan umum yang banyak tentang berbagai hal di dunia ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa cara untuk meningkatkan kedua aspek kecakapan di atas. Penguasaan kosa kata dapat Anda tingkatkan melalui apa yang disebut intentional learning dan incidental learning. Yang pertama mengacu kepada tindakan belajar secara sadar, misalnya dengan menghafalkan arti beberapa belas kata atau ungkapan bahasa Inggris dari suatu daftar. Yang kedua mengacu kepada tindakan belajar sambil lalu (insidentil), yang umumnya terjadi ketika Anda membanjiri diri Anda sendiri dengan beragam bacaan bahasa Inggris. Tanpa Anda sadari sepenuhnya, ketika Anda membaca, Anda mempelajari makna beberapa kata baru dalam bahasa Inggris. Sementara itu, peningkatan pengetahuan dapat Anda capai melalui kegiatan membaca dan mendengarkan wacana tentang berbagai macam topik. Seberapa banyak Anda tahu tentang pelestarian lingkungan? tentang kebudayaan-kebudayaan eksotis? tentang kesehatan? tentang energi alternatif selain minyak? tentang seni kontemporer? tentang tata surya kita? Semakin luas yang Anda ketahui, semakin  mudah Anda melakukan strategi penebakan ketika berhadapan dengan wacana-wacana di tes TOEFL, TOEIC, atau sekedar ujian akhir dari mata kuliah bahasa Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menebak. Awas, jangan sampai tersesat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5718745885882573990-8132334215389332975?l=learningtactics.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://learningtactics.blogspot.com/feeds/8132334215389332975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5718745885882573990&amp;postID=8132334215389332975' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/8132334215389332975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5718745885882573990/posts/default/8132334215389332975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://learningtactics.blogspot.com/2008/04/bagaimana-menebak-dengan-credas.html' title='Bagaimana Menebak dengan Cerdas'/><author><name>Patrisius Djiwandono</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00869484879277740350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SKIpWgpkAuI/AAAAAAAAAco/XS2Zh_xTN-s/s1600-R/Close%2BUp%2BAug%2B08.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_xusTUv0CloI/SAWX2FaQQzI/AAAAAAAAAOk/0nfILC_wTYM/s72-c/red_die_with_question_marks.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
