Wednesday, January 2, 2013
Saturday, September 4, 2010
Seputar TOEIC
TOEIC (Test of English as International Communication) adalah tes kecakapan bahasa Inggris yang mengukur kemampuan berbahasa Inggris untuk dunia kerja, dunia bisnis, dan komunikasi sehari-hari dengan orang asing. Universitas Ma Chung menggunakan tes ini untuk menjamin bahwa para lulusannya mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris, dan dengan demikian menjadi sumber daya manusia yang cakap dan siap bekerja di segala bidang yang makin mendunia.
Tes TOEIC terdiri dari dua jenis: Listening dan Reading, dan Speaking dan Writing. Untuk yang Listening dan Reading, ada 200 soal, masing-masing 100 untuk setiap bagian. Lama tes dua jam. Versi terbaru dari TOEIC memuat teks yang lebih panjang, dan aksen penutur yang bervariasi (bukan hanya Amerika, namun juga Inggris Raya, Selandia Baru, dan Australia); bagian error correction (menemukan bagian yang salah) sudah tidak ada, digantikan dengan melengkapi kalimat.
Setiap peserta tes TOEIC akan mendapat sertifikat, tidak memandang skornya. Yang membedakan adalah warna sertifikatnya: yang menengah ke bawah berwarna hijau, yang tertinggi (700 – 900) berwarna emas.
Kecakapan paling menentukan untuk sukses dalam TOEIC adalah penguasaan vocabulary, pengucapan (pronunciation), dan kemampuan membaca cepat. Ini hanya bisa diperoleh lewat latihan intensif dan kebiasaan menggunakan atau mendengarkan bahasa Inggris sehari-hari. Maka sangat disarankan mahasiswa mengambil mata kuliah berbahasa Inggris, karena semakin lama dia terpapar pada lingkungan berbahasa Inggris, semakin peka telinganya dan kemampuannya untuk mencerna ujaran lisan, suatu skill yang sangat berguna ketika menghadapi bagian Listening.
Selain itu, mengikuti perkuliahan bahasa Inggris juga “memaksa” kita untuk membaca teks berbahasa Inggris, yang pada gilirannya menambah vocabulary dan membuat kita menjadi lebih mudah menghadapi tes Reading dalam TOEIC.
Jangan heran kalau dalam kelas persiapan, dosen meminta Anda untuk berbicara, walaupun Anda tahu bahwa tes yang akan dihadapi adalah reading dan listening. Ini karena kemampuan berbicara secara tidak langsung mengasah kemampuan Anda untuk mendengarkan dan mencermati pengucapan, sehingga sangat cocok untuk persiapan ke arah tes Listening.
Tes TOEIC terdiri dari dua jenis: Listening dan Reading, dan Speaking dan Writing. Untuk yang Listening dan Reading, ada 200 soal, masing-masing 100 untuk setiap bagian. Lama tes dua jam. Versi terbaru dari TOEIC memuat teks yang lebih panjang, dan aksen penutur yang bervariasi (bukan hanya Amerika, namun juga Inggris Raya, Selandia Baru, dan Australia); bagian error correction (menemukan bagian yang salah) sudah tidak ada, digantikan dengan melengkapi kalimat.
Setiap peserta tes TOEIC akan mendapat sertifikat, tidak memandang skornya. Yang membedakan adalah warna sertifikatnya: yang menengah ke bawah berwarna hijau, yang tertinggi (700 – 900) berwarna emas.
Kecakapan paling menentukan untuk sukses dalam TOEIC adalah penguasaan vocabulary, pengucapan (pronunciation), dan kemampuan membaca cepat. Ini hanya bisa diperoleh lewat latihan intensif dan kebiasaan menggunakan atau mendengarkan bahasa Inggris sehari-hari. Maka sangat disarankan mahasiswa mengambil mata kuliah berbahasa Inggris, karena semakin lama dia terpapar pada lingkungan berbahasa Inggris, semakin peka telinganya dan kemampuannya untuk mencerna ujaran lisan, suatu skill yang sangat berguna ketika menghadapi bagian Listening.
Selain itu, mengikuti perkuliahan bahasa Inggris juga “memaksa” kita untuk membaca teks berbahasa Inggris, yang pada gilirannya menambah vocabulary dan membuat kita menjadi lebih mudah menghadapi tes Reading dalam TOEIC.
Jangan heran kalau dalam kelas persiapan, dosen meminta Anda untuk berbicara, walaupun Anda tahu bahwa tes yang akan dihadapi adalah reading dan listening. Ini karena kemampuan berbicara secara tidak langsung mengasah kemampuan Anda untuk mendengarkan dan mencermati pengucapan, sehingga sangat cocok untuk persiapan ke arah tes Listening.
Sunday, May 30, 2010
Menata Pikiran dalam Tulisan Akademik Berbahasa Inggris
Tulisan ilmiah, terutama dalam bahasa Inggris, pada umumnya ditata/diorganisir sesuai dengan pola-pola berikut ini:
Chronological order
Mengurutkan suatu proses atau kejadian, misalnya cara membuat website, atau proses terbentuknya awan, atau sejarah perdagangan dunia.
Logical division of ideas
Memilah satu topik menjadi beberapa sub bahasan dengan kategori-kategori tersendiri, misalnya, jenis-jenis bahasa pemrograman, tipe-tipe kepribadian, dsb.
Cause and effect
Menggambarkan suatu hal (cause) dan dampak atau akibatnya (effect), misalnya, pemanasan global dan dampaknya terhadap kesejahteraan petani, perdagangan online dan dampaknya terhadap perusahaan, dsb.
Comparison and contrast
Menggambarkan perbandingan dengan cara menyoroti kemiripannya (comparison) kemudian perbedaannya (contrast), misalnya, perbandingan antara pendekatan tradisional dengan pendekatan modern dalam belajar matematika.
Problem – solution
Mendeskripsikan suatu masalah kemudian menyarankan atau melukiskan pemecahannya. Misalnya, penumpukan sampah di lingkungan RT dan penyelesaiannya, konflik antar sekolah dan cara pemecahannya.
General to specific: “Say it, define it, give examples to support it”
Menggambarkan satu hal/konsep/obyek dengan cara menyebut namanya, mendefinisikannya, kemudian memberikan contoh-contoh atau penjelasan detail lebih lanjut tentang hal tersebut. Misalnya, perdagangan karbon adalah . . . contohnya, . . .
Order of importance/emphatic order
Menggambarkan sesuatu langkah atau beberapa hal mulai dari yang terpenting sampai yang kurang penting. Misalnya, beberapa faktor penyebab stress.
Manfaat dari mengetahui pola-pola retoris seperti di atas adalah memampukan kita untuk menulis dengan cepat, karena semua hal sudah terorganisir atau tertata dalam pola-pola itu. Kita hanya perlu mempelajari ragam bahasa Inggris yang tepat untuk menuangkan gagasan itu secara tertulis. Bagaimana cara menguasai kemampuan ini? Kelas Academic Writing di ELTISI Ma Chung memberikan jawabannya.
Chronological order
Mengurutkan suatu proses atau kejadian, misalnya cara membuat website, atau proses terbentuknya awan, atau sejarah perdagangan dunia.
Logical division of ideas
Memilah satu topik menjadi beberapa sub bahasan dengan kategori-kategori tersendiri, misalnya, jenis-jenis bahasa pemrograman, tipe-tipe kepribadian, dsb.
Cause and effect
Menggambarkan suatu hal (cause) dan dampak atau akibatnya (effect), misalnya, pemanasan global dan dampaknya terhadap kesejahteraan petani, perdagangan online dan dampaknya terhadap perusahaan, dsb.
Comparison and contrast
Menggambarkan perbandingan dengan cara menyoroti kemiripannya (comparison) kemudian perbedaannya (contrast), misalnya, perbandingan antara pendekatan tradisional dengan pendekatan modern dalam belajar matematika.
Problem – solution
Mendeskripsikan suatu masalah kemudian menyarankan atau melukiskan pemecahannya. Misalnya, penumpukan sampah di lingkungan RT dan penyelesaiannya, konflik antar sekolah dan cara pemecahannya.
General to specific: “Say it, define it, give examples to support it”
Menggambarkan satu hal/konsep/obyek dengan cara menyebut namanya, mendefinisikannya, kemudian memberikan contoh-contoh atau penjelasan detail lebih lanjut tentang hal tersebut. Misalnya, perdagangan karbon adalah . . . contohnya, . . .
Order of importance/emphatic order
Menggambarkan sesuatu langkah atau beberapa hal mulai dari yang terpenting sampai yang kurang penting. Misalnya, beberapa faktor penyebab stress.
Manfaat dari mengetahui pola-pola retoris seperti di atas adalah memampukan kita untuk menulis dengan cepat, karena semua hal sudah terorganisir atau tertata dalam pola-pola itu. Kita hanya perlu mempelajari ragam bahasa Inggris yang tepat untuk menuangkan gagasan itu secara tertulis. Bagaimana cara menguasai kemampuan ini? Kelas Academic Writing di ELTISI Ma Chung memberikan jawabannya.
Thursday, May 27, 2010
Mengapa Harus Belajar Conversation
1. Mengapa harus belajar Conversation?
Teori Output Hypothesis menegaskan bahwa kita akhirnya bisa bicara dalam bahasa asing karena dipaksa ngomong (atau menulis). Dengan ikut kursus Conversation, mau tidak mau Anda terpaksa ngomong. Karena Anda ngomong, guru atau rekan lain jadi tahu dimana letak kesalahannya, terus mereka betulkan. Ujung-ujungnya, Anda jadi bisa membenarkan ujaran Anda yang masih keliru, dan akhirnya berujar dengan lebih baik.
2. Apa gunanya?
Jawabannya klise dan agak pragmatis: supaya Anda lebih mudah mendapatkan pekerjaan. Tapi coba pikir lagi: di jaman dimana modal asing dan budaya global merasuk hampir ke semua sendi kehidupan, betapa lincah dan bermanfaatnya orang-orang yang bisa berkomunikasi dalam bahasa asing. Coba cari barang lima biji saja iklan lowongan pekerjaan (untuk lulusan universitas) yang tidak mempersyaratkan kemampuan bercakap dalam bahasa Inggris, atau bahkan Mandarin. Sulit, kan?
3. Kan skor TOEFL atau TOEIC saya sudah tinggi, kenapa masih perlu ikut kursus Conversation?
Apa yang Anda pelajari dalam TOEFL Prep atau TOEIC Prep adalah pengetahuan deklaratif, yaitu tahu tentang grammar, tahu arti kosa kata, tahu arti bacaan, tapi Anda belum tentu punya ketrampilan prosedural, yaitu menggunakan semua pengetahuan itu untuk berbicara dan menulis. Bagaimana merubah semua pengetahuan tata bahasa dan arti kata itu menjadi kemampuan berbicara lancar? Ya bergabunglah dengan klub Conversation, atau ikutilah kelas Conversation.
Ada beberapa cerita tentang murid yang skor TOEFL 600 an, namun hanya bisa berbicara terbatas. Kenapa? Karena waktunya habis hanya untuk menekuni soal-soal TOEFL, tidak pernah ikut kelas Conversation. Kemampuan melahap soal tes nya hebat, tapi begitu mau ngomong lidahnya kelu karena memang tidak dibiasakan atau ‘dipaksa’ (lihat pertanyaan paling atas).
4. Percuma ikut kelas Conversation, karena saya tidak akan bisa berbicara sesempurna guru bahasa Inggris saya.
Ya, memang, siapa juga yang menyuruh Anda menyamai kemampuannya? Dengan ikut kursus Conversation, kemampuan Anda akan meningkat; mungkin tidak akan sampai menyamai guru Anda, tapi bahkan dengan ujaran yang masih banyak salah tata bahasa nyapun Anda masih bisa dipahami oleh orang lain. Kenapa? Karena Anda selalu bicara dalam konteks, dan konteks itulah yang berperan sangat besar dalam membuat Anda dipahami, sekalipun ujarannya masih salah. Makanya, jangan takut untuk mengambil kelas Conversation, karena kemampuan Anda PASTI akan meningkat, dan bahkan dengan kemampuan yang masih jauh dari guru Anda itu, Anda sudah bisa dimengerti lawan bicara.
* Kecakapan Conversation bisa didapat dengan mengikuti Kelas Communicative English di ELTISI Ma Chung. 10 – 16 kali pertemuan. Biaya Rp. 270.000 per peserta. Minimum jumlah peserta: 4 orang.
Teori Output Hypothesis menegaskan bahwa kita akhirnya bisa bicara dalam bahasa asing karena dipaksa ngomong (atau menulis). Dengan ikut kursus Conversation, mau tidak mau Anda terpaksa ngomong. Karena Anda ngomong, guru atau rekan lain jadi tahu dimana letak kesalahannya, terus mereka betulkan. Ujung-ujungnya, Anda jadi bisa membenarkan ujaran Anda yang masih keliru, dan akhirnya berujar dengan lebih baik.
2. Apa gunanya?
Jawabannya klise dan agak pragmatis: supaya Anda lebih mudah mendapatkan pekerjaan. Tapi coba pikir lagi: di jaman dimana modal asing dan budaya global merasuk hampir ke semua sendi kehidupan, betapa lincah dan bermanfaatnya orang-orang yang bisa berkomunikasi dalam bahasa asing. Coba cari barang lima biji saja iklan lowongan pekerjaan (untuk lulusan universitas) yang tidak mempersyaratkan kemampuan bercakap dalam bahasa Inggris, atau bahkan Mandarin. Sulit, kan?
3. Kan skor TOEFL atau TOEIC saya sudah tinggi, kenapa masih perlu ikut kursus Conversation?
Apa yang Anda pelajari dalam TOEFL Prep atau TOEIC Prep adalah pengetahuan deklaratif, yaitu tahu tentang grammar, tahu arti kosa kata, tahu arti bacaan, tapi Anda belum tentu punya ketrampilan prosedural, yaitu menggunakan semua pengetahuan itu untuk berbicara dan menulis. Bagaimana merubah semua pengetahuan tata bahasa dan arti kata itu menjadi kemampuan berbicara lancar? Ya bergabunglah dengan klub Conversation, atau ikutilah kelas Conversation.
Ada beberapa cerita tentang murid yang skor TOEFL 600 an, namun hanya bisa berbicara terbatas. Kenapa? Karena waktunya habis hanya untuk menekuni soal-soal TOEFL, tidak pernah ikut kelas Conversation. Kemampuan melahap soal tes nya hebat, tapi begitu mau ngomong lidahnya kelu karena memang tidak dibiasakan atau ‘dipaksa’ (lihat pertanyaan paling atas).
4. Percuma ikut kelas Conversation, karena saya tidak akan bisa berbicara sesempurna guru bahasa Inggris saya.
Ya, memang, siapa juga yang menyuruh Anda menyamai kemampuannya? Dengan ikut kursus Conversation, kemampuan Anda akan meningkat; mungkin tidak akan sampai menyamai guru Anda, tapi bahkan dengan ujaran yang masih banyak salah tata bahasa nyapun Anda masih bisa dipahami oleh orang lain. Kenapa? Karena Anda selalu bicara dalam konteks, dan konteks itulah yang berperan sangat besar dalam membuat Anda dipahami, sekalipun ujarannya masih salah. Makanya, jangan takut untuk mengambil kelas Conversation, karena kemampuan Anda PASTI akan meningkat, dan bahkan dengan kemampuan yang masih jauh dari guru Anda itu, Anda sudah bisa dimengerti lawan bicara.
* Kecakapan Conversation bisa didapat dengan mengikuti Kelas Communicative English di ELTISI Ma Chung. 10 – 16 kali pertemuan. Biaya Rp. 270.000 per peserta. Minimum jumlah peserta: 4 orang.
Friday, May 14, 2010
Seputar TOEFL (PBT dan iBT)
1. Apa TOEFL itu, dan apa bedanya dengan IELTS dan TOEIC?
TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah tes yang mengukur kecakapan berbahasa Inggris. Fokusnya adalah untuk mereka yang ingin studi lanjut di perguruan tinggi luar negeri yang berbahasa Inggris. IELTS punya tujuan yang sama, hanya fokusnya lebih khusus untuk perguruan tinggi di negara-negara persemakmuran dan Inggris Raya, dan sebagian negara Eropa. TOEIC (Test of English for International Communication) adalah tes khusus untuk mengukur kecakapan menggunakan bahasa Inggris dalam bidang bisnis dan bidang sehari-hari yang non-akademis.
TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah tes yang mengukur kecakapan berbahasa Inggris. Fokusnya adalah untuk mereka yang ingin studi lanjut di perguruan tinggi luar negeri yang berbahasa Inggris. IELTS punya tujuan yang sama, hanya fokusnya lebih khusus untuk perguruan tinggi di negara-negara persemakmuran dan Inggris Raya, dan sebagian negara Eropa. TOEIC (Test of English for International Communication) adalah tes khusus untuk mengukur kecakapan menggunakan bahasa Inggris dalam bidang bisnis dan bidang sehari-hari yang non-akademis.
Thursday, May 13, 2010
Websites untuk Mempercepat Belajar Bahasa Inggris
A GUIDE TO USEFUL WEB SITES
FOR ENGLISH LANGUAGE LEARNING
Dear learners,
The following list of web sites is intended to help you find the right places during your journey in he World Wide Web. Please make use of them, and do not hesitate to ask for assistance should you run into problems.
We wish you an enjoyable learning session through the Internet!
1. www.usingenglish.com
Note: you have to sign up to be a member.
This site provides online testing to measure your mastery of GRAMMAR. The "Resources" button puts you to a variety of helping tools. Just click on the one that suits your needs.
For LISTENING COMPREHENSION practice, click on Study Skills, and then click on Taking Control of English, then scroll down until you find Listening on the Internet. Click on one of the items on the list and you will be directed to useful exercises on Listening Comprehension.
FOR ENGLISH LANGUAGE LEARNING
Dear learners,
The following list of web sites is intended to help you find the right places during your journey in he World Wide Web. Please make use of them, and do not hesitate to ask for assistance should you run into problems.
We wish you an enjoyable learning session through the Internet!
1. www.usingenglish.com
Note: you have to sign up to be a member.
This site provides online testing to measure your mastery of GRAMMAR. The "Resources" button puts you to a variety of helping tools. Just click on the one that suits your needs.
For LISTENING COMPREHENSION practice, click on Study Skills, and then click on Taking Control of English, then scroll down until you find Listening on the Internet. Click on one of the items on the list and you will be directed to useful exercises on Listening Comprehension.
Labels:
belajar,
membaca,
mendengarkan,
menulis,
speaking,
vocabulary
Saturday, May 8, 2010
Thursday, May 6, 2010
Tuesday, November 17, 2009
Lebih Banyak Lagi
Silakan kunjungi blog saya di sini . Saya menguraikan lebih banyak lagi strategi belajar bahasa disana.
Salam taktis,
Patrisius
Salam taktis,
Patrisius
Thursday, January 8, 2009
GOLPUT : Mau Mau Mau?
Kalau Anda jeli,Anda bisa langsung melihat peluang bisnis ‘dadakan’ pada tahun 2009: bikin atribut untuk kampanye caleg!
Menurut Kompas, ada 460.000 orang total caleg yang akan berebut kursi legislatif di seluruh negeri. Jika satu orang mau mencetak 1000 poster saja, total poster yang perlu dicetak ada 460 juta!
Itu baru poster. Belum spanduk, baliho, dan seribu satu atribut lainya. Nah, para caleg narsis itu juga tentu ingin fotonya dipajang di berbagai atribut itu. Dan mana mau mereka kelihatan mati gaya di foto itu? Mereka tentu mau fotonya dibuat sebagus mungkin, ditusir, dihilangkan kesan serius, tua, atau jadulnya, ditambahkan polesan yang membuat mereka tampak lebih religius, santun, peduli rakyat kecil, pluralis, anti korupsi, dan pro globalisasi.
Lha kalau satu caleg butuh ribuan kaus, poster, dan sebagainya, bayangkan berapa profit bisa kalian raup dari monyet-monyet politik ini!
Yang dari IT bisa mengolah foto caleg-caleg kampret itu, yang dari Manajemen dan Akuntansi bisa memasarkan produknya dan menghitung pembukuannya, yang dari TI bisa memikirkan letak strategis pemasangannya, dan yang dari Inggris bisa merancang ungkapan-ungkapan verbal yang memikat untuk menarik pemilih: “Bersama Mamat, Rakyat Sehat, Rukun, Sejahtera”; “Jangan Salah Pilih. Hanya Ka-Joz Yang Terbaik Buat Rakyat”; “Pilih Saya, Dong, Dijamin Subur, Makmur, Gembur (dan Cepat Masuk Kubur)” dsb.
Yang punya bakat terpendam lain (alias nggak niat kuliah), mungkin kalian bisa menawarkan jasa paranormal. Cukup berbekal pakaian hitam, tampang Gothik, dan aji-aji udel gendruwo atau dengkul kuntilanak, kalian sudah siap untuk memikat para wedus-wedus legislatif ini untuk memakai jasa Anda. “Bapak/Ibu sekalian, permisi, saya dukun ilmu Mak Erot; dengan saya, perolehan suara Bapak Ibu pasti langsung besaar, sementara yang lain ngesot. Phuaa!! Bo jabar boo!” (sambil komat-kamit, mata merem melek dan pantat bergetar). Hanya dengan gombal-gambul ala jin iprit, duitnya pasti legit!
Lalu setelah kalian terima duit, pada kemana kalian pada saat hari pencoblosan? Ya ngaciirr! Ngapain juga mikir nyoblos caleg! Kan sudah terbukti semuanya narsis, goblog, dodol, arogan, bermental instan, calon pengemplang uang rakyat. Lha ya ngapain thoo peduli sama mereka, wong kalau kepilih mereka juga pasti sibuk ngembaliin utang dana kampanye atau bersekongkol dengan pengusaha nakal untuk merusak tatanan kota, budaya, dan struktur sosialnya kok. Udaaaah, golput aja! Pasti menang kok, kalau Golput.
Gimana? Bisnis prospektf, kan? Mau Mau Mau? Oke, selamat berusaha! Da-daaaahh!
Menurut Kompas, ada 460.000 orang total caleg yang akan berebut kursi legislatif di seluruh negeri. Jika satu orang mau mencetak 1000 poster saja, total poster yang perlu dicetak ada 460 juta!
Itu baru poster. Belum spanduk, baliho, dan seribu satu atribut lainya. Nah, para caleg narsis itu juga tentu ingin fotonya dipajang di berbagai atribut itu. Dan mana mau mereka kelihatan mati gaya di foto itu? Mereka tentu mau fotonya dibuat sebagus mungkin, ditusir, dihilangkan kesan serius, tua, atau jadulnya, ditambahkan polesan yang membuat mereka tampak lebih religius, santun, peduli rakyat kecil, pluralis, anti korupsi, dan pro globalisasi.
Lha kalau satu caleg butuh ribuan kaus, poster, dan sebagainya, bayangkan berapa profit bisa kalian raup dari monyet-monyet politik ini!
Yang dari IT bisa mengolah foto caleg-caleg kampret itu, yang dari Manajemen dan Akuntansi bisa memasarkan produknya dan menghitung pembukuannya, yang dari TI bisa memikirkan letak strategis pemasangannya, dan yang dari Inggris bisa merancang ungkapan-ungkapan verbal yang memikat untuk menarik pemilih: “Bersama Mamat, Rakyat Sehat, Rukun, Sejahtera”; “Jangan Salah Pilih. Hanya Ka-Joz Yang Terbaik Buat Rakyat”; “Pilih Saya, Dong, Dijamin Subur, Makmur, Gembur (dan Cepat Masuk Kubur)” dsb.
Yang punya bakat terpendam lain (alias nggak niat kuliah), mungkin kalian bisa menawarkan jasa paranormal. Cukup berbekal pakaian hitam, tampang Gothik, dan aji-aji udel gendruwo atau dengkul kuntilanak, kalian sudah siap untuk memikat para wedus-wedus legislatif ini untuk memakai jasa Anda. “Bapak/Ibu sekalian, permisi, saya dukun ilmu Mak Erot; dengan saya, perolehan suara Bapak Ibu pasti langsung besaar, sementara yang lain ngesot. Phuaa!! Bo jabar boo!” (sambil komat-kamit, mata merem melek dan pantat bergetar). Hanya dengan gombal-gambul ala jin iprit, duitnya pasti legit!
Lalu setelah kalian terima duit, pada kemana kalian pada saat hari pencoblosan? Ya ngaciirr! Ngapain juga mikir nyoblos caleg! Kan sudah terbukti semuanya narsis, goblog, dodol, arogan, bermental instan, calon pengemplang uang rakyat. Lha ya ngapain thoo peduli sama mereka, wong kalau kepilih mereka juga pasti sibuk ngembaliin utang dana kampanye atau bersekongkol dengan pengusaha nakal untuk merusak tatanan kota, budaya, dan struktur sosialnya kok. Udaaaah, golput aja! Pasti menang kok, kalau Golput.
Gimana? Bisnis prospektf, kan? Mau Mau Mau? Oke, selamat berusaha! Da-daaaahh!
Tuesday, December 2, 2008
Ikut Melesat
Keuntungan belajar di kelas yang dibimbing oleh seorang lao shi yang bergerak cepat adalah kita jadi terpaksa ikut-ikutan belajar dengan cepat.
Hal ini saya rasakan ketika mengikuti kelas Mandarin minggu lalu. Sang lao shi bergerak cepat dari satu ungkapan ke ungkapan lainnya, melatih pengucapan satu dua patah kata, kemudian satu kalimat lengkap, terus berpindah lagi ke ungkapan lainnya.
Sebagian besar teman sekelas saya adalah rekan-rekan kerja yang jauh lebih muda. Melihat mereka menguasai ungkapan demi ungkapan dengan cepat, saya pun yang sebenarnya tipe pembelajar reflektif, terpacu untuk memahami dan menguasai cara pengucapan dengan cepat.
Hal ini saya rasakan ketika mengikuti kelas Mandarin minggu lalu. Sang lao shi bergerak cepat dari satu ungkapan ke ungkapan lainnya, melatih pengucapan satu dua patah kata, kemudian satu kalimat lengkap, terus berpindah lagi ke ungkapan lainnya.
Sebagian besar teman sekelas saya adalah rekan-rekan kerja yang jauh lebih muda. Melihat mereka menguasai ungkapan demi ungkapan dengan cepat, saya pun yang sebenarnya tipe pembelajar reflektif, terpacu untuk memahami dan menguasai cara pengucapan dengan cepat.
Monday, November 24, 2008
Belajar dari Kesalahan: Wo Jiao Shenme Mingzi?
Ceritanya saya lagi belajar Mandarin nih. Nyoba maju ke depan kelas mempraktekkan sepenggal dialog dengan peng you Pak Yufra. Nah, begitu njeplak, langsung meluncurlah ucapan saya:
“Wo jiao shenme mingzi?”
Di tengah gemuruh tawa murid satu kelas, Wei An lao shi menatap saya dan dengan sopan mengatakan: “No, no, you should say, “Ni jiao shenme mingzi”.
Baru saya sadar kesalahan fatal itu. Aduuuuh, goblooookk, kok bisa-bisanya saya ngomong “wo jiao shenme mingzi” tooooohh?? Itu kan artinya “siapa nama saya?”, padahal saya maunya mengatakan “siapa nama Anda?” Aaaarghhhh! Cialaaaatt!
Di rumah, putri saya yang juga sedang belajar Mandarin di SMP tidak habis pikir kenapa Papanya bisa se “konyol” itu. “Lha itu kan sama seperti orang amnesia, Pa, lupa namane dewek,” komentarnya.
Saya masih bisa tersenyum kecut mengingat kesalahan itu. Tapi kekonyolan itu membuat saya melecut diri sendiri untuk lebih cermat dan lebih tenang ketika mempraktekkan Mandarin.
Begitulah. Kesalahan, sekalipun konyol dan memerahmukakan, harus tetap kita ambil sisi positifnya. Jangan pernah merasa kapok hanya karena salah atau gagal dalam upaya pertama. Merasa malu dan menyalahkan diri sendiri, oke, itu wajar, tapi langkah berikutnya adalah mempersiapkan diri lebih baik dan tak pernah berhenti mencoba lagi, terus, terus, terus, sampai berhasil.
I know this is easier said than done. This advice has become almost hackneyed; therefore, I am not going to write any further about this. Just wait for my success story in this damned good Mandarin class!
“Wo jiao shenme mingzi?”
Di tengah gemuruh tawa murid satu kelas, Wei An lao shi menatap saya dan dengan sopan mengatakan: “No, no, you should say, “Ni jiao shenme mingzi”.
Baru saya sadar kesalahan fatal itu. Aduuuuh, goblooookk, kok bisa-bisanya saya ngomong “wo jiao shenme mingzi” tooooohh?? Itu kan artinya “siapa nama saya?”, padahal saya maunya mengatakan “siapa nama Anda?” Aaaarghhhh! Cialaaaatt!
Di rumah, putri saya yang juga sedang belajar Mandarin di SMP tidak habis pikir kenapa Papanya bisa se “konyol” itu. “Lha itu kan sama seperti orang amnesia, Pa, lupa namane dewek,” komentarnya.
Saya masih bisa tersenyum kecut mengingat kesalahan itu. Tapi kekonyolan itu membuat saya melecut diri sendiri untuk lebih cermat dan lebih tenang ketika mempraktekkan Mandarin.
Begitulah. Kesalahan, sekalipun konyol dan memerahmukakan, harus tetap kita ambil sisi positifnya. Jangan pernah merasa kapok hanya karena salah atau gagal dalam upaya pertama. Merasa malu dan menyalahkan diri sendiri, oke, itu wajar, tapi langkah berikutnya adalah mempersiapkan diri lebih baik dan tak pernah berhenti mencoba lagi, terus, terus, terus, sampai berhasil.
I know this is easier said than done. This advice has become almost hackneyed; therefore, I am not going to write any further about this. Just wait for my success story in this damned good Mandarin class!
Sunday, November 16, 2008
Strategi Metakognitif: Berpikir tentang Berpikir . . .
Strategi metakognitif adalah seni berpikir tentang pikiran atau perasaan diri sendiri. Banyak kali hal ini sebenarnya bisa membantu Anda memecahkan kesultan belajar bahasa, namun banyak kali pula Anda tidak sadar akan manfaat ini. Ketidaksadaran ini sebenarnya bukan salah Anda,tapi salah sistem pendidikan atau kebiasaan belajar yang nyaris tidak pernah memberi ruang main untuk strategi metakognitif ini.
Lihat ilustrasi berikut ini tentang penerapan strategi metakognitif: ketika belajar bahasa Mandarin, saya merasa sedikit frustrasi karena setelah berupaya belajar dan rajin datang ke kelas, nilai tes saya masih 60. Saya merasa tidak nyaman, kehilangan sedikit rasa percaya diri, bahkan juga sedikit kehilangan motivasi. Saya bisa saja terus tenggelam dalam ketidaknyamanan ini, kalau saja saya tidak segera mengaktifkan strategi metakognitif. Saya mulai berpikir tentang perasaan saya dan bahkan cara pikir saya sendiri. Secara ringkas, pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa disarikan sebagai berikut:
1. Mengapa saya gagal dalam tes itu?
2. Bagaimana perasaan saya secara keseluruhan ketika mengikuti kelas Mandarin itu?
Setelah mengintrospeksi, saya temukan jawabannya:
1. Materi pelajaran cukup banyak, dan saya belajar hanya sesekali di sela-sela jam kerja, sehingga hasilnya kurang maksimal.
2. Saya kurang bisa menangkap penjelasan Lao Shi nya dengan baik, karena kelasnya besar (ada sekitar 40 an orang dalam satu kelas). Ini membuat saya kehilangan gairah dalam belajar di kelas. Kehilangan gairah pada gilirannya membuat saya belajar secara sambil lalu saja.
Strategi metakognitif sederhana itu membantu saya merubah cara belajar saya. Pada kesempatan berikutnya, saya dengan sengaja membatasi materi belajar sehingga menjadi lebih mudah saya serap. Kedua, saya mengikuti kelas dengan peserta lebih sedikit, bahkan juga merencanakan mengambil sesi privat sehingga saya bisa memusatkan perhatian pada penjelasan guru dengan lebih baik.
Perhatikan, bagaimana strategi metakognitif yang saya pakai membantu saya meraih kesuksesan belajar dengan cara lain. Memang, salah satu manfaat strategi metakognitif adalah membantu Anda untuk tidak terburu-buru putus asa.
Masih banyak manfaat lainnya, yang akan saya beberkan pada posting-posting berikutnya.
Lihat ilustrasi berikut ini tentang penerapan strategi metakognitif: ketika belajar bahasa Mandarin, saya merasa sedikit frustrasi karena setelah berupaya belajar dan rajin datang ke kelas, nilai tes saya masih 60. Saya merasa tidak nyaman, kehilangan sedikit rasa percaya diri, bahkan juga sedikit kehilangan motivasi. Saya bisa saja terus tenggelam dalam ketidaknyamanan ini, kalau saja saya tidak segera mengaktifkan strategi metakognitif. Saya mulai berpikir tentang perasaan saya dan bahkan cara pikir saya sendiri. Secara ringkas, pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa disarikan sebagai berikut:
1. Mengapa saya gagal dalam tes itu?
2. Bagaimana perasaan saya secara keseluruhan ketika mengikuti kelas Mandarin itu?
Setelah mengintrospeksi, saya temukan jawabannya:
1. Materi pelajaran cukup banyak, dan saya belajar hanya sesekali di sela-sela jam kerja, sehingga hasilnya kurang maksimal.
2. Saya kurang bisa menangkap penjelasan Lao Shi nya dengan baik, karena kelasnya besar (ada sekitar 40 an orang dalam satu kelas). Ini membuat saya kehilangan gairah dalam belajar di kelas. Kehilangan gairah pada gilirannya membuat saya belajar secara sambil lalu saja.
Strategi metakognitif sederhana itu membantu saya merubah cara belajar saya. Pada kesempatan berikutnya, saya dengan sengaja membatasi materi belajar sehingga menjadi lebih mudah saya serap. Kedua, saya mengikuti kelas dengan peserta lebih sedikit, bahkan juga merencanakan mengambil sesi privat sehingga saya bisa memusatkan perhatian pada penjelasan guru dengan lebih baik.
Perhatikan, bagaimana strategi metakognitif yang saya pakai membantu saya meraih kesuksesan belajar dengan cara lain. Memang, salah satu manfaat strategi metakognitif adalah membantu Anda untuk tidak terburu-buru putus asa.
Masih banyak manfaat lainnya, yang akan saya beberkan pada posting-posting berikutnya.
Belajar Bahasa lewat Hipnotis
Anda mungkin pernah mendengar belajar bahasa lewat hipnotis. Hanya dengan hipnotis, seseorang yang tadinya tidak bisa berbicara dalam suatu bahasa asing mendadak bisa ngecipris (berbicara banyak) dalam bahasa tersebut setelah menjalani sesi “gombal gambul” bersama seorang penghipnotis.
Percaya?
Ya, sebelum Anda mulai mencari-cari seorang penghipnotis untuk mempermudah upaya Anda belajar bahasa asing, coba pikirkan dengan akal sehat: Hipnotis adalah daya kendali yang hanya berlangsung sesaat, atau setidaknya hanya selama beberapa jam. Setelah pengaruh hipnotis lenyap, Anda akan kembali ke keadaan semula, Nah, kalau kemampuan berbicara bahasa asing tersebut adalah kemampuan yang Anda harapkan melekat seumur hidup, berapa lama dan berapa kuat kantong Anda mampu membayar si penghipnotis untuk terus-menerus mempertahankan daya hipnotisnya atas diri Anda?
Sudahlah, tidak usah berpikir yang aneh-aneh. Tidak usah mencari jalan pintas lewat hipnotis atau ilmu sihir segala macam. Untuk bisa sukses belajar bahasa , cukup turutilah hukum besi yang sejak dulu juga sudah terbukti sangat manjur dalam belajar bahasa: menyukai, memahami, lalu berlatih, berlatih, dan berlatih, sampai mahir, dan ditambah dengan YANG PUALING PENTING ADALAH . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Mengikuti terus tips-tips saya di blog ini.
Udah, Itu saja, dijamin Anda akan berhasil.
Percaya?
Ya, sebelum Anda mulai mencari-cari seorang penghipnotis untuk mempermudah upaya Anda belajar bahasa asing, coba pikirkan dengan akal sehat: Hipnotis adalah daya kendali yang hanya berlangsung sesaat, atau setidaknya hanya selama beberapa jam. Setelah pengaruh hipnotis lenyap, Anda akan kembali ke keadaan semula, Nah, kalau kemampuan berbicara bahasa asing tersebut adalah kemampuan yang Anda harapkan melekat seumur hidup, berapa lama dan berapa kuat kantong Anda mampu membayar si penghipnotis untuk terus-menerus mempertahankan daya hipnotisnya atas diri Anda?
Sudahlah, tidak usah berpikir yang aneh-aneh. Tidak usah mencari jalan pintas lewat hipnotis atau ilmu sihir segala macam. Untuk bisa sukses belajar bahasa , cukup turutilah hukum besi yang sejak dulu juga sudah terbukti sangat manjur dalam belajar bahasa: menyukai, memahami, lalu berlatih, berlatih, dan berlatih, sampai mahir, dan ditambah dengan YANG PUALING PENTING ADALAH . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Mengikuti terus tips-tips saya di blog ini.
Udah, Itu saja, dijamin Anda akan berhasil.
Tuesday, November 4, 2008
Bagaimana Membuat Ringkasan Teks
Banyak mahasiswa saya yang belum tahu bagaimana membuat ringkasan dari suatu teks bahasa Inggris. Nah, ini ada beberapa kiat praktis untuk meringkas/membuat summary:
1. Baca dulu keseluruhan teks untuk mendapatkan gambaran umum tentang ide utamanya.
2. Baca lagi paragraf demi paragraf. Pusatkan perhatian pada kata-kata baru yang belum Anda mengerti. Pakailah kamus, kalau bisa kamus Inggris – Inggris yang versi online atau versi hard copy, untuk menemukan artinya.
3.Baca lagi setiap paragraf yang kata-kata sulitnya sudah Anda pahami. Tentukan ide utama dari setiap paragraf dengan menemukan kalimat intinya (umumnya kalimat pertama, tapi banyak kali bisa pada kalimat ketiga dan selanjutnya. Kadang-kadang baru ketemu kalau paragraf tersebut dibaca beberapa kali. Diperlukan kepekaan untuk menyarikan suatu ide utama paragraf). Tuliskan ide utama ini.
4. Setelah selesai menuliskan ide utama dari setiap paragraf, baca kembali semua kalimat tersebut. Sekarang, gabungkan kalimat-kalimat itu sambil merubah (menambahi, mengurangi) beberapa bagian, sehingga menjadi ringkasan dari keseluruhan isi teks.
1. Baca dulu keseluruhan teks untuk mendapatkan gambaran umum tentang ide utamanya.
2. Baca lagi paragraf demi paragraf. Pusatkan perhatian pada kata-kata baru yang belum Anda mengerti. Pakailah kamus, kalau bisa kamus Inggris – Inggris yang versi online atau versi hard copy, untuk menemukan artinya.
3.Baca lagi setiap paragraf yang kata-kata sulitnya sudah Anda pahami. Tentukan ide utama dari setiap paragraf dengan menemukan kalimat intinya (umumnya kalimat pertama, tapi banyak kali bisa pada kalimat ketiga dan selanjutnya. Kadang-kadang baru ketemu kalau paragraf tersebut dibaca beberapa kali. Diperlukan kepekaan untuk menyarikan suatu ide utama paragraf). Tuliskan ide utama ini.
4. Setelah selesai menuliskan ide utama dari setiap paragraf, baca kembali semua kalimat tersebut. Sekarang, gabungkan kalimat-kalimat itu sambil merubah (menambahi, mengurangi) beberapa bagian, sehingga menjadi ringkasan dari keseluruhan isi teks.
Sunday, September 14, 2008
Aktif, Visual, Sensing, Sequential
Studi termutakhir di bidang gaya belajar menunjukkan bahwa manusia modern mempunyai kecenderungan kuat untuk belajar secara aktif, visual, sensing, sequential. Aktif, artinya belajar dengan melakukan kegiatan fisik terhadap materi; sensing, artinya belajar dengan data dan fakta; visual, artinya belajar dengan meringkas materi ke dalam gambar, bagan atau diagram; dan sequential, artinya belajar dengan menerjemahkan materi menjadi serangkaian urutan.
Lantas apa implikasinya terhadap pembelajaran bahasa?
Kalau Anda termasuk seorang yang mempunyai gaya belajar seperti yang saya gambarkan di atas, Anda bisa meningkatkan efektifitas belajar bahasa dengan secara sadar menerapkan gaya tersebut ke dalam kegiatan belajar. Anda termasuk pemelajar bergaya aktif? Perbanyaklah kegiatan berbicara, membaca transkrip sambil mendengarkan, membuat sesuatu berdasarkan instruksi tertulis, atau bahkan mempelajari suatu lagu dalam bahasa sasaran dan menyanyikannya, bahkan juga bermain drama dalam bahasa tersebut!
Atau Anda termasuk yang gemar melihat data dan penggunaan bahasa dalam situasi komunikasi senyatanya? Jangan puas hanya dengan penjelasan tata bahasa dari guru atau buku; lihatlah dan dengarkan sendiri bagaimana tata bahasa atau deretan kata itu diucapkan, dipergunakan dalam tulisan dan dialog.
Anda termasuk pemelajar bergaya visual? Sedapat mungkin, ringkas penjelasan dari dosen atau guru Anda ke dalam bentuk tabel, bagan, atau diagram. Bentuk-bentuk visual seperti ini menyatukan berbagai jenis informasi ke dalam beberapa penggolongan yang memudahkan Anda mengingat dan menguasai materi tadi.
Atau, Anda termasuk sequential learner? Konversikan materi belajar Anda yang semula nampak terpisah-pisah menjadi suatu urutan yang bermakna. Contohnya, ketika belajar bahasa Mandarin, saya membuat suatu urutan yang berpangkal dari materi pengucapan bunyi, ke pembentukan kata, ke dialog. Dengan begitu, saya bisa melihat manfaat dari setiap bagian materi dan mempermudah cara belajar saya.
Satu hal penting: jangan hanya puas dengan perkuliahan satu arah dimana Anda umumnya hanya diam dan mendengarkan secara pasif; segera tindak lanjuti materi tersebut dengan salah satu gaya belajar di atas.
Lantas apa implikasinya terhadap pembelajaran bahasa?
Kalau Anda termasuk seorang yang mempunyai gaya belajar seperti yang saya gambarkan di atas, Anda bisa meningkatkan efektifitas belajar bahasa dengan secara sadar menerapkan gaya tersebut ke dalam kegiatan belajar. Anda termasuk pemelajar bergaya aktif? Perbanyaklah kegiatan berbicara, membaca transkrip sambil mendengarkan, membuat sesuatu berdasarkan instruksi tertulis, atau bahkan mempelajari suatu lagu dalam bahasa sasaran dan menyanyikannya, bahkan juga bermain drama dalam bahasa tersebut!
Atau Anda termasuk yang gemar melihat data dan penggunaan bahasa dalam situasi komunikasi senyatanya? Jangan puas hanya dengan penjelasan tata bahasa dari guru atau buku; lihatlah dan dengarkan sendiri bagaimana tata bahasa atau deretan kata itu diucapkan, dipergunakan dalam tulisan dan dialog.
Anda termasuk pemelajar bergaya visual? Sedapat mungkin, ringkas penjelasan dari dosen atau guru Anda ke dalam bentuk tabel, bagan, atau diagram. Bentuk-bentuk visual seperti ini menyatukan berbagai jenis informasi ke dalam beberapa penggolongan yang memudahkan Anda mengingat dan menguasai materi tadi.
Atau, Anda termasuk sequential learner? Konversikan materi belajar Anda yang semula nampak terpisah-pisah menjadi suatu urutan yang bermakna. Contohnya, ketika belajar bahasa Mandarin, saya membuat suatu urutan yang berpangkal dari materi pengucapan bunyi, ke pembentukan kata, ke dialog. Dengan begitu, saya bisa melihat manfaat dari setiap bagian materi dan mempermudah cara belajar saya.
Satu hal penting: jangan hanya puas dengan perkuliahan satu arah dimana Anda umumnya hanya diam dan mendengarkan secara pasif; segera tindak lanjuti materi tersebut dengan salah satu gaya belajar di atas.
Monday, July 7, 2008
Kuasai Bahasa Inggris dalam Waktu 52 Jam Saja!
“Kuasai Bahasa Inggris Hanya dalam 52 Jam”.
Anda percaya iklan di atas? Bisa bahasa Inggris hanya dalam waktu 52 jam?
Kalau Anda percaya, coba pertimbangkan beberapa fakta berikut:
Yang pertama, belajar bahasa senantiasa harus melewati dua tahap utama: tahap deklaratif, dan tahap prosedural. Tahap deklaratif adalah tahap dimana Anda berupaya untuk TAHU unsur-unsur semantik, sintaktik, dan wacana dari bahasa Inggris. Tapi TAHU saja belum sama dengan BISA MENGGUNAKANNYA secara fasih. Anda perlu banyak sekali waktu untuk memahami parameter-parameter tata bahasa dalam bahasa itu, bagaimana bentuk verbanya, bagaimana verba berubah sesuai tenses, apa makna kata-katanya, dan sebagainya, banyak sekali. Pada tahap ini, Anda bisa menjelaskan secara verbal bahwa ada 12 tenses dalam bahasa Inggris, dengan polanya masing-masing; Anda bisa menjelaskan bahwa kata kerja berubah sesuai dengan acuan waktu. Anda hanya bisa menDEKLARASIkan pengetahuan tersebut, (makanya tahap ini disebut tahap pengetahuan DEKLARATIF) tapi belum berani dan/atau belum bisa untuk memakainya dalam pembicaraan atau penulisan.
Baru kalau Anda sudah merasa relatif mantap dengan pengetahuan itu, Anda berani mencoba-coba untuk memakainya dalam ujaran atau tulisan. Anda mulai berani mengucapkan satu dua kalimat dengan bekal pengetahuan Anda yang sudah mantap tadi. Pelan namun pasti, Anda menerapkan pengetahuan tentang pola-pola kalimat ke dalam prosedur mengujarkan kalimat atau membuat tulisan. Nah, pada tahap ini, Anda berada di ambang tahap PROSEDURAL. Sekarang, Anda bukan hanya bisa mendeklarasikan pengetahuan tentang komponen-komponen bahasa Inggris, namun sudah bisa menjalankan PROSEDUR memproduksi ujaran atau tulisan dalam bahasa Inggris (makanya, tahap ini disebut tahap PROSEDURAL).
Apa mungkin meretas kedua tahap itu hanya dalam waktu 52 jam? Mission impossible.
Terus, mungkin Anda mencoba mendebat: “Lho, tapi teman saya dulu langsung bisa bahasa Inggris hanya dengan membaca buku saku yang berjudul ‘Percakapan Sehari-Hari dalam Bahasa Inggris”. Hanya dalam waktu 24 jam lebih sedikit dia sudah bisa cas cis cus dalam bahasa Inggris”. Hayoooo . . . yak apa iki, hayooo?
Jawaban saya: yang dia pelajari itu, atau lebih tepatnya: dia hafalkan, adalah ungkapan-ungkapan baku, yang memang sudah tetap, dan masing-masing berpasangan dengan konteks situasi yang relatif bisa diramalkan. Misalnya, ketika berkenalan, ungkapan-ungkapan yang hampir pasti diujarkan adalah: “Hi, my name is . . .”, “How do you do?”, “Where are you from?”, “What part of England are you from?”, “What do you think of this city?”, dan sebagainya. Jadi teman Anda itu hanya bisa mengujarkan ungkapan-ungkapan ini dalam situasi yang sudah pasti. Coba suruh dia menghadiri seminar orang bule, kemudian suruh dia bertanya tentang satu hal dari topik presentasi itu, pasti dia kelabakan.
Dia baru sampai pada tahap menghafalkan social utterances (ungkapan-ungkapan baku untuk situasi khas), tapi jelas belum banyak berupaya untuk mengasah pengetahuan deklaratifnya, apalagi sampai pada tahap proseduralnya. Dia perlu waktu belajar lebih banyak lagi, dan jelas akan lebih dari 52 jam.
Jelas?
Thursday, June 26, 2008
Extensive Reading: Makin Banyak, Makin Blessss . .

Membaca ekstensif, artinya membaca banyak bacaan tentang beragam topik untuk mendapatkan kesenangan, dan hiburan. Kegiatan ini memaparkan Anda pada banyak kata, yang beberapa di antaranya (atau banyak, tergantung seberapa ekstensif kegiatan membaca Anda) akan muncul berulang kali di banyak teks. Karena seringnya menjumpai kata-kata tersebut, lama-lama Anda bisa menerka (dengan benar) arti kata-kata tersebut lewant konteksnya, tanpa bantuan kamus.
Supaya membaca ekstensif menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus memperkaya, pilih topik bacaan yang Anda suka, dan pastikan bahwa sebagian besar kata-katanya sudah Anda pahami. Sebagai panduan kasar untuk yang terakhir ini, jika dari sepuluh kata yang Anda baca, hanya ada satu kata yang sulit, berarti bacaan tersebut masih berada dalam jangkauan kemampuan Anda. Jika hanya lima kata pertama saja Anda sudah kelabakan dengan kata-katanya, berarti bacaan itu terlalu sulit. Segera sisihkan dan cari bacaan yang baru.
Panduan kasar lain adalah dari kemampuan Anda memahami gagasan utama dari paragraf pertama. Semakin gampang Anda menangkap gagasan utamanya, semakin cocok bacaan itu buat Anda. Tapi ingat, selalu kombinasikan tingkat kesulitan ini dengan minat Anda tentang topiknya. Kadang-kadang, topik yang sangat memikat Anda membuat Anda tidak gentar berhadapan dengan kata-kata sulit. Dalam kasus ini, hajar terus bleh! Anda bisa terus membaca, tentunya dengan bantuan kamus.
Dulu ketika saya masih kelas 5 SD, saya suka sekali mengikuti berita dan siaran balap mobil Formula 1, dan minat ini membuat saya mampu dan mau melahap ulasannya di majalah Newsweek, majalah yang tingkat kesulitan bahasanya sebenarnya lebih tepat untuk seseorang dengan skor TOEFL minimal 550!
Selamat membaca!
Subscribe to:
Posts (Atom)