A GUIDE TO USEFUL WEB SITES
FOR ENGLISH LANGUAGE LEARNING
Dear learners,
The following list of web sites is intended to help you find the right places during your journey in he World Wide Web. Please make use of them, and do not hesitate to ask for assistance should you run into problems.
We wish you an enjoyable learning session through the Internet!
1. www.usingenglish.com
Note: you have to sign up to be a member.
This site provides online testing to measure your mastery of GRAMMAR. The "Resources" button puts you to a variety of helping tools. Just click on the one that suits your needs.
For LISTENING COMPREHENSION practice, click on Study Skills, and then click on Taking Control of English, then scroll down until you find Listening on the Internet. Click on one of the items on the list and you will be directed to useful exercises on Listening Comprehension.
Showing posts with label belajar. Show all posts
Showing posts with label belajar. Show all posts
Thursday, May 13, 2010
Thursday, January 8, 2009
GOLPUT : Mau Mau Mau?
Kalau Anda jeli,Anda bisa langsung melihat peluang bisnis ‘dadakan’ pada tahun 2009: bikin atribut untuk kampanye caleg!
Menurut Kompas, ada 460.000 orang total caleg yang akan berebut kursi legislatif di seluruh negeri. Jika satu orang mau mencetak 1000 poster saja, total poster yang perlu dicetak ada 460 juta!
Itu baru poster. Belum spanduk, baliho, dan seribu satu atribut lainya. Nah, para caleg narsis itu juga tentu ingin fotonya dipajang di berbagai atribut itu. Dan mana mau mereka kelihatan mati gaya di foto itu? Mereka tentu mau fotonya dibuat sebagus mungkin, ditusir, dihilangkan kesan serius, tua, atau jadulnya, ditambahkan polesan yang membuat mereka tampak lebih religius, santun, peduli rakyat kecil, pluralis, anti korupsi, dan pro globalisasi.
Lha kalau satu caleg butuh ribuan kaus, poster, dan sebagainya, bayangkan berapa profit bisa kalian raup dari monyet-monyet politik ini!
Yang dari IT bisa mengolah foto caleg-caleg kampret itu, yang dari Manajemen dan Akuntansi bisa memasarkan produknya dan menghitung pembukuannya, yang dari TI bisa memikirkan letak strategis pemasangannya, dan yang dari Inggris bisa merancang ungkapan-ungkapan verbal yang memikat untuk menarik pemilih: “Bersama Mamat, Rakyat Sehat, Rukun, Sejahtera”; “Jangan Salah Pilih. Hanya Ka-Joz Yang Terbaik Buat Rakyat”; “Pilih Saya, Dong, Dijamin Subur, Makmur, Gembur (dan Cepat Masuk Kubur)” dsb.
Yang punya bakat terpendam lain (alias nggak niat kuliah), mungkin kalian bisa menawarkan jasa paranormal. Cukup berbekal pakaian hitam, tampang Gothik, dan aji-aji udel gendruwo atau dengkul kuntilanak, kalian sudah siap untuk memikat para wedus-wedus legislatif ini untuk memakai jasa Anda. “Bapak/Ibu sekalian, permisi, saya dukun ilmu Mak Erot; dengan saya, perolehan suara Bapak Ibu pasti langsung besaar, sementara yang lain ngesot. Phuaa!! Bo jabar boo!” (sambil komat-kamit, mata merem melek dan pantat bergetar). Hanya dengan gombal-gambul ala jin iprit, duitnya pasti legit!
Lalu setelah kalian terima duit, pada kemana kalian pada saat hari pencoblosan? Ya ngaciirr! Ngapain juga mikir nyoblos caleg! Kan sudah terbukti semuanya narsis, goblog, dodol, arogan, bermental instan, calon pengemplang uang rakyat. Lha ya ngapain thoo peduli sama mereka, wong kalau kepilih mereka juga pasti sibuk ngembaliin utang dana kampanye atau bersekongkol dengan pengusaha nakal untuk merusak tatanan kota, budaya, dan struktur sosialnya kok. Udaaaah, golput aja! Pasti menang kok, kalau Golput.
Gimana? Bisnis prospektf, kan? Mau Mau Mau? Oke, selamat berusaha! Da-daaaahh!
Menurut Kompas, ada 460.000 orang total caleg yang akan berebut kursi legislatif di seluruh negeri. Jika satu orang mau mencetak 1000 poster saja, total poster yang perlu dicetak ada 460 juta!
Itu baru poster. Belum spanduk, baliho, dan seribu satu atribut lainya. Nah, para caleg narsis itu juga tentu ingin fotonya dipajang di berbagai atribut itu. Dan mana mau mereka kelihatan mati gaya di foto itu? Mereka tentu mau fotonya dibuat sebagus mungkin, ditusir, dihilangkan kesan serius, tua, atau jadulnya, ditambahkan polesan yang membuat mereka tampak lebih religius, santun, peduli rakyat kecil, pluralis, anti korupsi, dan pro globalisasi.
Lha kalau satu caleg butuh ribuan kaus, poster, dan sebagainya, bayangkan berapa profit bisa kalian raup dari monyet-monyet politik ini!
Yang dari IT bisa mengolah foto caleg-caleg kampret itu, yang dari Manajemen dan Akuntansi bisa memasarkan produknya dan menghitung pembukuannya, yang dari TI bisa memikirkan letak strategis pemasangannya, dan yang dari Inggris bisa merancang ungkapan-ungkapan verbal yang memikat untuk menarik pemilih: “Bersama Mamat, Rakyat Sehat, Rukun, Sejahtera”; “Jangan Salah Pilih. Hanya Ka-Joz Yang Terbaik Buat Rakyat”; “Pilih Saya, Dong, Dijamin Subur, Makmur, Gembur (dan Cepat Masuk Kubur)” dsb.
Yang punya bakat terpendam lain (alias nggak niat kuliah), mungkin kalian bisa menawarkan jasa paranormal. Cukup berbekal pakaian hitam, tampang Gothik, dan aji-aji udel gendruwo atau dengkul kuntilanak, kalian sudah siap untuk memikat para wedus-wedus legislatif ini untuk memakai jasa Anda. “Bapak/Ibu sekalian, permisi, saya dukun ilmu Mak Erot; dengan saya, perolehan suara Bapak Ibu pasti langsung besaar, sementara yang lain ngesot. Phuaa!! Bo jabar boo!” (sambil komat-kamit, mata merem melek dan pantat bergetar). Hanya dengan gombal-gambul ala jin iprit, duitnya pasti legit!
Lalu setelah kalian terima duit, pada kemana kalian pada saat hari pencoblosan? Ya ngaciirr! Ngapain juga mikir nyoblos caleg! Kan sudah terbukti semuanya narsis, goblog, dodol, arogan, bermental instan, calon pengemplang uang rakyat. Lha ya ngapain thoo peduli sama mereka, wong kalau kepilih mereka juga pasti sibuk ngembaliin utang dana kampanye atau bersekongkol dengan pengusaha nakal untuk merusak tatanan kota, budaya, dan struktur sosialnya kok. Udaaaah, golput aja! Pasti menang kok, kalau Golput.
Gimana? Bisnis prospektf, kan? Mau Mau Mau? Oke, selamat berusaha! Da-daaaahh!
Sunday, November 16, 2008
Strategi Metakognitif: Berpikir tentang Berpikir . . .
Strategi metakognitif adalah seni berpikir tentang pikiran atau perasaan diri sendiri. Banyak kali hal ini sebenarnya bisa membantu Anda memecahkan kesultan belajar bahasa, namun banyak kali pula Anda tidak sadar akan manfaat ini. Ketidaksadaran ini sebenarnya bukan salah Anda,tapi salah sistem pendidikan atau kebiasaan belajar yang nyaris tidak pernah memberi ruang main untuk strategi metakognitif ini.
Lihat ilustrasi berikut ini tentang penerapan strategi metakognitif: ketika belajar bahasa Mandarin, saya merasa sedikit frustrasi karena setelah berupaya belajar dan rajin datang ke kelas, nilai tes saya masih 60. Saya merasa tidak nyaman, kehilangan sedikit rasa percaya diri, bahkan juga sedikit kehilangan motivasi. Saya bisa saja terus tenggelam dalam ketidaknyamanan ini, kalau saja saya tidak segera mengaktifkan strategi metakognitif. Saya mulai berpikir tentang perasaan saya dan bahkan cara pikir saya sendiri. Secara ringkas, pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa disarikan sebagai berikut:
1. Mengapa saya gagal dalam tes itu?
2. Bagaimana perasaan saya secara keseluruhan ketika mengikuti kelas Mandarin itu?
Setelah mengintrospeksi, saya temukan jawabannya:
1. Materi pelajaran cukup banyak, dan saya belajar hanya sesekali di sela-sela jam kerja, sehingga hasilnya kurang maksimal.
2. Saya kurang bisa menangkap penjelasan Lao Shi nya dengan baik, karena kelasnya besar (ada sekitar 40 an orang dalam satu kelas). Ini membuat saya kehilangan gairah dalam belajar di kelas. Kehilangan gairah pada gilirannya membuat saya belajar secara sambil lalu saja.
Strategi metakognitif sederhana itu membantu saya merubah cara belajar saya. Pada kesempatan berikutnya, saya dengan sengaja membatasi materi belajar sehingga menjadi lebih mudah saya serap. Kedua, saya mengikuti kelas dengan peserta lebih sedikit, bahkan juga merencanakan mengambil sesi privat sehingga saya bisa memusatkan perhatian pada penjelasan guru dengan lebih baik.
Perhatikan, bagaimana strategi metakognitif yang saya pakai membantu saya meraih kesuksesan belajar dengan cara lain. Memang, salah satu manfaat strategi metakognitif adalah membantu Anda untuk tidak terburu-buru putus asa.
Masih banyak manfaat lainnya, yang akan saya beberkan pada posting-posting berikutnya.
Lihat ilustrasi berikut ini tentang penerapan strategi metakognitif: ketika belajar bahasa Mandarin, saya merasa sedikit frustrasi karena setelah berupaya belajar dan rajin datang ke kelas, nilai tes saya masih 60. Saya merasa tidak nyaman, kehilangan sedikit rasa percaya diri, bahkan juga sedikit kehilangan motivasi. Saya bisa saja terus tenggelam dalam ketidaknyamanan ini, kalau saja saya tidak segera mengaktifkan strategi metakognitif. Saya mulai berpikir tentang perasaan saya dan bahkan cara pikir saya sendiri. Secara ringkas, pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa disarikan sebagai berikut:
1. Mengapa saya gagal dalam tes itu?
2. Bagaimana perasaan saya secara keseluruhan ketika mengikuti kelas Mandarin itu?
Setelah mengintrospeksi, saya temukan jawabannya:
1. Materi pelajaran cukup banyak, dan saya belajar hanya sesekali di sela-sela jam kerja, sehingga hasilnya kurang maksimal.
2. Saya kurang bisa menangkap penjelasan Lao Shi nya dengan baik, karena kelasnya besar (ada sekitar 40 an orang dalam satu kelas). Ini membuat saya kehilangan gairah dalam belajar di kelas. Kehilangan gairah pada gilirannya membuat saya belajar secara sambil lalu saja.
Strategi metakognitif sederhana itu membantu saya merubah cara belajar saya. Pada kesempatan berikutnya, saya dengan sengaja membatasi materi belajar sehingga menjadi lebih mudah saya serap. Kedua, saya mengikuti kelas dengan peserta lebih sedikit, bahkan juga merencanakan mengambil sesi privat sehingga saya bisa memusatkan perhatian pada penjelasan guru dengan lebih baik.
Perhatikan, bagaimana strategi metakognitif yang saya pakai membantu saya meraih kesuksesan belajar dengan cara lain. Memang, salah satu manfaat strategi metakognitif adalah membantu Anda untuk tidak terburu-buru putus asa.
Masih banyak manfaat lainnya, yang akan saya beberkan pada posting-posting berikutnya.
Belajar Bahasa lewat Hipnotis
Anda mungkin pernah mendengar belajar bahasa lewat hipnotis. Hanya dengan hipnotis, seseorang yang tadinya tidak bisa berbicara dalam suatu bahasa asing mendadak bisa ngecipris (berbicara banyak) dalam bahasa tersebut setelah menjalani sesi “gombal gambul” bersama seorang penghipnotis.
Percaya?
Ya, sebelum Anda mulai mencari-cari seorang penghipnotis untuk mempermudah upaya Anda belajar bahasa asing, coba pikirkan dengan akal sehat: Hipnotis adalah daya kendali yang hanya berlangsung sesaat, atau setidaknya hanya selama beberapa jam. Setelah pengaruh hipnotis lenyap, Anda akan kembali ke keadaan semula, Nah, kalau kemampuan berbicara bahasa asing tersebut adalah kemampuan yang Anda harapkan melekat seumur hidup, berapa lama dan berapa kuat kantong Anda mampu membayar si penghipnotis untuk terus-menerus mempertahankan daya hipnotisnya atas diri Anda?
Sudahlah, tidak usah berpikir yang aneh-aneh. Tidak usah mencari jalan pintas lewat hipnotis atau ilmu sihir segala macam. Untuk bisa sukses belajar bahasa , cukup turutilah hukum besi yang sejak dulu juga sudah terbukti sangat manjur dalam belajar bahasa: menyukai, memahami, lalu berlatih, berlatih, dan berlatih, sampai mahir, dan ditambah dengan YANG PUALING PENTING ADALAH . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Mengikuti terus tips-tips saya di blog ini.
Udah, Itu saja, dijamin Anda akan berhasil.
Percaya?
Ya, sebelum Anda mulai mencari-cari seorang penghipnotis untuk mempermudah upaya Anda belajar bahasa asing, coba pikirkan dengan akal sehat: Hipnotis adalah daya kendali yang hanya berlangsung sesaat, atau setidaknya hanya selama beberapa jam. Setelah pengaruh hipnotis lenyap, Anda akan kembali ke keadaan semula, Nah, kalau kemampuan berbicara bahasa asing tersebut adalah kemampuan yang Anda harapkan melekat seumur hidup, berapa lama dan berapa kuat kantong Anda mampu membayar si penghipnotis untuk terus-menerus mempertahankan daya hipnotisnya atas diri Anda?
Sudahlah, tidak usah berpikir yang aneh-aneh. Tidak usah mencari jalan pintas lewat hipnotis atau ilmu sihir segala macam. Untuk bisa sukses belajar bahasa , cukup turutilah hukum besi yang sejak dulu juga sudah terbukti sangat manjur dalam belajar bahasa: menyukai, memahami, lalu berlatih, berlatih, dan berlatih, sampai mahir, dan ditambah dengan YANG PUALING PENTING ADALAH . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Mengikuti terus tips-tips saya di blog ini.
Udah, Itu saja, dijamin Anda akan berhasil.
Sunday, September 14, 2008
Aktif, Visual, Sensing, Sequential
Studi termutakhir di bidang gaya belajar menunjukkan bahwa manusia modern mempunyai kecenderungan kuat untuk belajar secara aktif, visual, sensing, sequential. Aktif, artinya belajar dengan melakukan kegiatan fisik terhadap materi; sensing, artinya belajar dengan data dan fakta; visual, artinya belajar dengan meringkas materi ke dalam gambar, bagan atau diagram; dan sequential, artinya belajar dengan menerjemahkan materi menjadi serangkaian urutan.
Lantas apa implikasinya terhadap pembelajaran bahasa?
Kalau Anda termasuk seorang yang mempunyai gaya belajar seperti yang saya gambarkan di atas, Anda bisa meningkatkan efektifitas belajar bahasa dengan secara sadar menerapkan gaya tersebut ke dalam kegiatan belajar. Anda termasuk pemelajar bergaya aktif? Perbanyaklah kegiatan berbicara, membaca transkrip sambil mendengarkan, membuat sesuatu berdasarkan instruksi tertulis, atau bahkan mempelajari suatu lagu dalam bahasa sasaran dan menyanyikannya, bahkan juga bermain drama dalam bahasa tersebut!
Atau Anda termasuk yang gemar melihat data dan penggunaan bahasa dalam situasi komunikasi senyatanya? Jangan puas hanya dengan penjelasan tata bahasa dari guru atau buku; lihatlah dan dengarkan sendiri bagaimana tata bahasa atau deretan kata itu diucapkan, dipergunakan dalam tulisan dan dialog.
Anda termasuk pemelajar bergaya visual? Sedapat mungkin, ringkas penjelasan dari dosen atau guru Anda ke dalam bentuk tabel, bagan, atau diagram. Bentuk-bentuk visual seperti ini menyatukan berbagai jenis informasi ke dalam beberapa penggolongan yang memudahkan Anda mengingat dan menguasai materi tadi.
Atau, Anda termasuk sequential learner? Konversikan materi belajar Anda yang semula nampak terpisah-pisah menjadi suatu urutan yang bermakna. Contohnya, ketika belajar bahasa Mandarin, saya membuat suatu urutan yang berpangkal dari materi pengucapan bunyi, ke pembentukan kata, ke dialog. Dengan begitu, saya bisa melihat manfaat dari setiap bagian materi dan mempermudah cara belajar saya.
Satu hal penting: jangan hanya puas dengan perkuliahan satu arah dimana Anda umumnya hanya diam dan mendengarkan secara pasif; segera tindak lanjuti materi tersebut dengan salah satu gaya belajar di atas.
Lantas apa implikasinya terhadap pembelajaran bahasa?
Kalau Anda termasuk seorang yang mempunyai gaya belajar seperti yang saya gambarkan di atas, Anda bisa meningkatkan efektifitas belajar bahasa dengan secara sadar menerapkan gaya tersebut ke dalam kegiatan belajar. Anda termasuk pemelajar bergaya aktif? Perbanyaklah kegiatan berbicara, membaca transkrip sambil mendengarkan, membuat sesuatu berdasarkan instruksi tertulis, atau bahkan mempelajari suatu lagu dalam bahasa sasaran dan menyanyikannya, bahkan juga bermain drama dalam bahasa tersebut!
Atau Anda termasuk yang gemar melihat data dan penggunaan bahasa dalam situasi komunikasi senyatanya? Jangan puas hanya dengan penjelasan tata bahasa dari guru atau buku; lihatlah dan dengarkan sendiri bagaimana tata bahasa atau deretan kata itu diucapkan, dipergunakan dalam tulisan dan dialog.
Anda termasuk pemelajar bergaya visual? Sedapat mungkin, ringkas penjelasan dari dosen atau guru Anda ke dalam bentuk tabel, bagan, atau diagram. Bentuk-bentuk visual seperti ini menyatukan berbagai jenis informasi ke dalam beberapa penggolongan yang memudahkan Anda mengingat dan menguasai materi tadi.
Atau, Anda termasuk sequential learner? Konversikan materi belajar Anda yang semula nampak terpisah-pisah menjadi suatu urutan yang bermakna. Contohnya, ketika belajar bahasa Mandarin, saya membuat suatu urutan yang berpangkal dari materi pengucapan bunyi, ke pembentukan kata, ke dialog. Dengan begitu, saya bisa melihat manfaat dari setiap bagian materi dan mempermudah cara belajar saya.
Satu hal penting: jangan hanya puas dengan perkuliahan satu arah dimana Anda umumnya hanya diam dan mendengarkan secara pasif; segera tindak lanjuti materi tersebut dengan salah satu gaya belajar di atas.
Subscribe to:
Posts (Atom)