Thursday, January 8, 2009

GOLPUT : Mau Mau Mau?

Kalau Anda jeli,Anda bisa langsung melihat peluang bisnis ‘dadakan’ pada tahun 2009: bikin atribut untuk kampanye caleg!

Menurut Kompas, ada 460.000 orang total caleg yang akan berebut kursi legislatif di seluruh negeri. Jika satu orang mau mencetak 1000 poster saja, total poster yang perlu dicetak ada 460 juta!

Itu baru poster. Belum spanduk, baliho, dan seribu satu atribut lainya. Nah, para caleg narsis itu juga tentu ingin fotonya dipajang di berbagai atribut itu. Dan mana mau mereka kelihatan mati gaya di foto itu? Mereka tentu mau fotonya dibuat sebagus mungkin, ditusir, dihilangkan kesan serius, tua, atau jadulnya, ditambahkan polesan yang membuat mereka tampak lebih religius, santun, peduli rakyat kecil, pluralis, anti korupsi, dan pro globalisasi.

Lha kalau satu caleg butuh ribuan kaus, poster, dan sebagainya, bayangkan berapa profit bisa kalian raup dari monyet-monyet politik ini!

Yang dari IT bisa mengolah foto caleg-caleg kampret itu, yang dari Manajemen dan Akuntansi bisa memasarkan produknya dan menghitung pembukuannya, yang dari TI bisa memikirkan letak strategis pemasangannya, dan yang dari Inggris bisa merancang ungkapan-ungkapan verbal yang memikat untuk menarik pemilih: “Bersama Mamat, Rakyat Sehat, Rukun, Sejahtera”; “Jangan Salah Pilih. Hanya Ka-Joz Yang Terbaik Buat Rakyat”; “Pilih Saya, Dong, Dijamin Subur, Makmur, Gembur (dan Cepat Masuk Kubur)” dsb.

Yang punya bakat terpendam lain (alias nggak niat kuliah), mungkin kalian bisa menawarkan jasa paranormal. Cukup berbekal pakaian hitam, tampang Gothik, dan aji-aji udel gendruwo atau dengkul kuntilanak, kalian sudah siap untuk memikat para wedus-wedus legislatif ini untuk memakai jasa Anda. “Bapak/Ibu sekalian, permisi, saya dukun ilmu Mak Erot; dengan saya, perolehan suara Bapak Ibu pasti langsung besaar, sementara yang lain ngesot. Phuaa!! Bo jabar boo!” (sambil komat-kamit, mata merem melek dan pantat bergetar). Hanya dengan gombal-gambul ala jin iprit, duitnya pasti legit!

Lalu setelah kalian terima duit, pada kemana kalian pada saat hari pencoblosan? Ya ngaciirr! Ngapain juga mikir nyoblos caleg! Kan sudah terbukti semuanya narsis, goblog, dodol, arogan, bermental instan, calon pengemplang uang rakyat. Lha ya ngapain thoo peduli sama mereka, wong kalau kepilih mereka juga pasti sibuk ngembaliin utang dana kampanye atau bersekongkol dengan pengusaha nakal untuk merusak tatanan kota, budaya, dan struktur sosialnya kok. Udaaaah, golput aja! Pasti menang kok, kalau Golput.

Gimana? Bisnis prospektf, kan? Mau Mau Mau? Oke, selamat berusaha! Da-daaaahh!

Tuesday, December 2, 2008

Ikut Melesat

Keuntungan belajar di kelas yang dibimbing oleh seorang lao shi yang bergerak cepat adalah kita jadi terpaksa ikut-ikutan belajar dengan cepat.

Hal ini saya rasakan ketika mengikuti kelas Mandarin minggu lalu. Sang lao shi bergerak cepat dari satu ungkapan ke ungkapan lainnya, melatih pengucapan satu dua patah kata, kemudian satu kalimat lengkap, terus berpindah lagi ke ungkapan lainnya.
Sebagian besar teman sekelas saya adalah rekan-rekan kerja yang jauh lebih muda. Melihat mereka menguasai ungkapan demi ungkapan dengan cepat, saya pun yang sebenarnya tipe pembelajar reflektif, terpacu untuk memahami dan menguasai cara pengucapan dengan cepat.

Pada saat tertentu, Anda bisa merasakan manfaat dari kondisi ini. Jangan keburu patah semangat atau cemas kalau melihat pengajaran yang cepat dengan teman-teman sekelas yang belajar dengan cepat pula. Sabarlah sedikit, kuatkan tekad Anda, jangan mudah terbawa perasaan cemas atau takut salah; maka Anda akan mulai bisa merasakan imbas positif dari kecepatan tersebut. Imbasnya: Anda jadi ikut-ikutan cepat!

Mungkin kurang lebih sama seperti ketika Anda mengikuti lomba lari. Ketika diadu dengan teman yang berlari lebih cepat, Anda tanpa sadar terpacu untuk melesat lebih cepat, setidaknya lebih cepat dari catatan waktu Anda yang normal tanpa teman tersebut sebagai lawan Anda.

Selamat melesat!